fbpx

Trik Menjalankan Usaha di Tengah Pandemi Corona dan Physical Distancing

Trik Menjalankan Usaha di Tengah Pandemi Corona dan Physical Distancing

Trik Menjalankan Usaha di Tengah Pandemi Corona dan Physical Distancing

Anjuran physical distancing yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memutus rantai penularan virus corona nyatanya bagai dua sisi koin yang bertolak belakang. Di satu sisi, hal ini bagus untuk menurunkan tingkat penyebaran, tapi di sisi lain hal ini menyulitkan pelaku bisnis untuk menjalankan usahanya. Sudah banyak bisnis yang terpengaruh oleh adanya pembatasan aktivitas sosial dan mereka mulai berpikir bagaimana caranya untuk tetap menjalankan usaha di tengah pandemi. Untuk itu, berikut beberapa tips untuk kamu agar usaha tetap jalan selama ada wabah.

Menjalankan bisnis secara online

Menjalankan bisnis secara online

Saat ini perilaku belanja masyarakat semakin mengarah pada layanan online atau daring untuk memenuhi kebutuhan dan mengurangi transaksi secara langsung. Melansir dari situs berita Tirto, hasil riset Kantar pada bulan Februari 2020 menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas belanja online sebesar 32%.  Peningkatan ini terjadi karena masyarakat ingin membatasi kontak fisik dengan orang lain demi mencegah penularan dan penyebaran virus corona.

Oleh karena itu, jika saat ini bisnis yang kamu jalankan masih berbasis offline atau membutuhkan aktivitas jual beli secara langsung, maka mulailah untuk mencoba cara online dalam pemasaran dan penjualan. Manfaatkan sosial media untuk promosi dan penjualan. Lalu, cari perusahaan logistik yang memiliki layanan pengiriman hari yang sama atau ekspres agar produk bisa segera diterima oleh pelanggan.

Menjual produk yang sedang dicari

Adanya pandemi membuat beberapa sektor bisnis mengalami lonjakan permintaan. Contohnya saja bisnis masker, hand sanitizer, vitamin, hingga makanan beku. Hal ini tentu saja membuka peluang untuk kamu agar bisa tetap menjalankan usaha di tengah pandemi. Kalau kamu memiliki kemampuan untuk menjahit atau punya kenalan mitra penjahit, bisa coba bisnis masker kain yang pastinya sedang sangat dibutuhkan. Sedangkan kalau kamu bisa masak, coba produksi makanan beku yang bisa awet hingga beberapa hari.

Tetapkan harga yang reasonable

Tetapkan harga yang reasonable

Tingginya permintaan untuk suatu produk tertentu memang jadi kesempatan menarik untuk mendapatkan keuntungan lebih. Namun, jangan sampai kesulitan orang lain menjadi ladang cari untung. Misalnya, kamu sudah ada bisnis barang kesehatan seperti masker, sabun cuci tangan, hingga hand sanitizer, maka jangan naikkan harganya sampai pada titik yang tidak masuk akal. Semua tahu harga masker per boks sebelum ada virus corona ini adalah sekitar Rp30 ribu  sampai Rp50 ribu per boks. Maka, jangan sampai menjualnya hingga jutaan rupiah. Itu sangat tidak reasonable dan tidak manusiawi.

Sesuaikan dengan kemampuan

Menjalankan usaha di tengah pandemi saat ini harus disesuaikan dengan kemampuan dan modal yang dimiliki. Sebagai contoh, kamu ingin memulai bisnis makanan beku, maka harus dipikirkan betul soal kemampuan produksi dan kemampuan tenaga bantu yang kiranya bakal dibutuhkan.

Tak kalah penting lagi adalah suplai kebutuhan produksi. Untuk makanan beku, kamu harus mempertimbangkan pasokan bahan makanan tersebut, apakah tersedia dan bisa konsisten setiap hari. Sebisa mungkin, pilih menu sederhana yang bisa kamu buat dan sesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai menawarkan makanan beku dengan banyak menu, namun kamu keteteran atau menu tersebut kosong karena bahan bakunya tidak ada.

 

Kondisi bisnis saat ini membuatmu harus benar-benar jeli dalam mengatur keuangan. Selain mencoba berbagai trik untuk tetap menjalankan usaha di tengah pandemi, kamu pun perlu menjaga arus pengeluaran dan pendapatan untuk bisnis. Ketika ada pemasukan, jangan lupa sisihkan untuk investasi sebagai aset di masa depan. Investasi yang paling mudah untuk pemula adalah reksadana pasar uang di aplikasi Xsaver!