fbpx

Trik Memilih Investasi yang Tahan Krisis Saat Wabah Melanda

Trik Memilih Investasi yang Tahan Krisis Saat Wabah Melanda

Trik Memilih Investasi yang Tahan Krisis Saat Wabah Melanda

Investasi di saat wabah melanda memang tidak mudah. Kamu harus punya ilmu yang banyak dan juga strategi jitu untuk memilih investasi yang tahan krisis. Apalagi saat ini ada isu potensi resesi ekonomi global yang menjadi momok menakutkan. Tapi, jangan sampai prediksi resesi ekonomi global menghentikan niat untuk mulai belajar investasi. Asal kamu tahu bagaimana tips investasi yang tepat di saat wabah dan juga instrumen investasi yang cenderung stabil, risiko akan bisa diminimalisir.

Pilihan investasi yang tahan krisis

Pilihan investasi yang tahan krisis

Di situasi yang sedang krisis, kamu harus memilih instrumen investasi yang menempatkan dananya di aset safe haven. Aset investasi safe haven adalah instrumen dengan tingkat risiko rendah dan menjadi tempat berlindung ketika ada resesi global dan fluktuasi pasar saham. Aset safe haven ini contohnya adalah deposito, obligasi, emas, dan uang dolar AS. Kamu bisa pilih investasi yang menempatkan modalnya di aset safe haven ini agar risiko investasi bisa ditekan.

Untuk emas, memang sejak dulu sudah dipilih sebagai investasi untuk melawan resesi. Investasi emas memang cenderung akan naik kinerjanya saat saham menurun walaupun mungkin tingkat pertumbuhannya tidak begitu tinggi. Pilihan lainnya, kamu bisa investasi reksadana pasar uang pakai aplikasi Xsaver, yang menempatkan dana investor pada aset deposito dan obligasi jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Terapkan strategi defensif

Mencari keuntungan atau imbal hasil yang besar terhadap investasi bukan menjadi fokus utama saat pasar sedang fluktuatif dan kondisi ekonomi terkena isu resesi. Di saat seperti ini, sebaiknya kamu fokus menerapkan strategi defensif atau bertahan agar risiko investasi bisa ditekan. Kalau kamu menerapkan strategi agresif dengan berinvestasi full power pada instrumen berisiko tinggi, maka risiko yang timbul bisa makin besar.

Sebaiknya, kamu berinvestasi pada aset investasi yang tahan krisis seperti reksadana pasar uang, dengan aset deposito dan surat utang berjangka waktu setahun. Sebab, meski tingkat keuntungan yang dihasilkan sedang-sedang saja, aset ini lebih tahan terhadap gejolak ekonomi. Kinerja investasi pun akan cenderung stabil. Aset investasi yang stabil dengan risiko yang minim akan sangat cocok bagi investor pemula yang baru belajar investasi.

Jangan lupa diversifikasi

Jangan lupa diversifikasi

“Don’t put your eggs in one basket” 

Istilah ini adalah nasihat kepada para investor untuk tidak menempatkan asetnya di satu instrumen saja. Soalnya, kalau instrumen ini sedang fluktuatif, risiko investasimu bisa tinggi. Tidak ingin, kan, kehilangan banyak karena mengandalkan satu instrumen saja? Kamu harus punya instrumen investasi lainnya yang akan jadi backup plan saat situasi mendesak. Apalagi saat sedang terjadi krisis seperti ini, kamu harus punya banyak instrumen cadangan di berbagai investasi.

Kemudian, jangan lupa untuk review portofolio kamu. Apakah sudah investasi di aset yang risikonya tinggi dan rendah atau hanya di aset risiko tinggi saja? Oh ya, karena di poin sebelumnya disebutkan kalau sebaiknya menempatkan investasi di reksadana pasar uang yang cenderung stabil, bukan berarti kamu tidak boleh investasi di reksadana dengan risiko yang lebih tinggi seperti saham. Kamu tetap boleh investasi di saham sebagai upaya diversifikasi investasi. Tapi, pertimbangkan perbandingannya agar tetap stabil di kondisi krisis.

 

Dengan tips memilih investasi yang tahan krisis seperti di atas, kamu yang baru mau mulai belajar investasi tidak perlu ragu atau takut lagi. Suatu hal akan terasa berat dan tidak mungkin kalau kamu tidak mencobanya. Namun, ketika kamu sudah memutuskan untuk mulai belajar, semuanya akan lebih ringan dan mudah untuk dijalani. Jangan lupa baca artikel lain di website Xdana untuk menambah informasi seputar investasi!