fbpx

Tips Xdana: 5 Hal Sebelum Menggunakan Paylater

Tips Xdana: 5 Hal Sebelum Menggunakan Paylater

Menggunakan paylater dalam kehidupan sehari-hari adalah aktivitas yang mulai menjadi kebiasaan. Fitur yang satu ini memberikan kemudahan untuk mendapatkan barang yang kamu inginkan, dengan cara ‘berutang’ terlebih dahulu dan membayarnya di kemudian hari. Paylater saat ini memang menjadi primadona untukmu yang selalu ingin ini dan itu. Namun, di balik kemudahan membeli barang dengan cara ‘berutang’ ada tanggung jawab dan risiko besar yang mengintai!

Adanya biaya tambahan

Fitur paylater memang sangat cocok dengan generasi milenial yang suka kemudahan dan kepraktisan. Fitur ini sangat mudah digunakan untuk membeli barang-barang yang kamu inginkan, mulai dari tiket pesawat, baju, sepatu, hingga makanan. Tidak ada lagi deh yang namanya ingin beli barang, tapi belum gajian. Dengan paylater, kamu bisa beli apapun tanpa menunggu tanggal gajian.

Tapi, kemudahan yang ditawarkan paylater diikuti dengan biaya-biaya tambahan yang entah kamu sadari atau tidak. Biaya tambahan seperti subscription dan biaya cicilan, justru akan semakin menguras uangmu, daripada kamu membeli barang itu secara langsung. Memang, di saat itu juga kamu bisa mendapat barang yang diinginkan. Namun, biaya tambahan untuk cicilan akan memberatkan.

Perilaku konsumtif yang memburuk

“Gampang banget menggunakan paylater, mau beli apa saja tidak perlu nunggu tabungan cukup. Beli sekarang, cicil kemudian.” Pemikiran seperti ini tentu sering muncul di benak Xultan yang sering pakai fitur yang satu ini. Kalau dulunya mau beli apapun harus nunggu tanggal gajian atau tabungan cukup, pakai paylater semua yang mau dibeli, bisa didapat sekarang juga.

Menggunakan paylater memang mudah dan praktis. Namun, tentu membawa dampak buruk pada perilaku konsumtif. Seiring dengan gampangnya mendapatkan suatu barang, keinginan untuk berperilaku konsumtif tentu semakin tinggi. Kalau apapun yang kamu mau bisa didapat sekarang juga, kamu tentu akan menginginkan hal lain di waktu berikutnya. Hingga pada akhirnya, kamu ingin terus-terusan membeli barang dan jasa.

Gangguan arus kas

Mudahnya paylater tanpa disadari juga akan mengganggu arus kas keuangan bulananmu. Semakin banyak cicilan yang harus kamu bayar di paylater, semakin tinggi risiko arus kasmu terganggu akibat melunasi cicilan ini. Misalnya, kamu biasa mengalokasikan uang bulanan untuk tabungan, transportasi, tempat tinggal, dan makan. Karena ada tunggakan di paylater, maka kamu harus alokasikan dana untuk membayar cicilan ini. Tentu saja arus kas untuk kebutuhan lain terganggu.

Noda pada BI checking

Kalau tingkat kecanduanmu pada paylater sudah sangat parah, mungkin saja kamu terancam menunggak cicilan dan mengalami gagal bayar. Kalau sudah begini, reputasi BI checking-mu bakal terganggu. Sebagai informasi, seluruh aktivitas keuangan yang kamu lakukan, akan masuk dan terekam di BI checking. Dengan begitu, kalau kamu bermasalah dengan paylater, maka pengajuan kredit lain akan terganggu.

Risiko lilitan utang

Risiko menggunakan paylater yang satu ini sangat mungkin terjadi pada siapa saja. Terlebih pada kamu yang tidak punya rencana keuangan matang. Hanya berpikir membeli barang, tanpa berpikir cara untuk melunasi utang pembayaran. Yang seperti ini tentu bakal terjerumus dalam lilitan utang.

Ingat, meski paylater memudahkanmu mendapatkan barang yang diinginkan saat itu juga, tapi kamu punya tanggung jawab untuk melunasi pembayarannya. Paylater bukanlah fitur yang memberimu barang secara cuma-cuma. Ini hanyalah fitur yang memberimu bantuan dana untuk kemudian harus dikembalikan lagi.

 

Sah-sah saja kalau kamu mau menggunakan paylater. Asal, perhatikan dulu risiko-risiko di atas sebelum menggunakannya. Akan jauh lebih baik lagi kalau kamu menggunakan paylater untuk membeli barang yang urgent, bukan karena lapar mata saja. Di samping itu, kalau kamu tidak mau terjerat risiko paylater, bisa nabung dulu di investasi reksadana agar selalu punya uang untuk memenuhi kebutuhan.

 

Photo credit: Freepik