fbpx

Tips Menabung Reksadana untuk Biaya Kuliah dan Master Degree

Tips Menabung Reksadana untuk Biaya Kuliah dan Master Degree

Menabung reksadana bisa dijadikan alternatif terbaik untuk mempersiapkan biaya kuliah dan master degree. Jika tidak dipersiapkan dengan baik sejak jauh-jauh hari, tentu kamu akan kesulitan untuk memenuhinya. Apalagi biaya kuliah dan master degree tidaklah sedikit. Pastinya kamu perlu mempersiapkan biaya pendidikan secara matang, agar saat waktunya tiba kamu tidak merasa terbebani. Di Indonesia sendiri biaya pendidikan setiap tahunnya cenderung mengalami kenaikan hingga 15% per tahun.

Tabungan pendidikan secara umum dipilih, namun faktanya menabung reksadana justru bisa menjadi cara yang lebih cepat dalam mengumpulkan biaya kuliah dan master degree. Ini dikarenakan keuntungan yang didapatkan juga jauh lebih besar. Nah, berikut ini ada beberapa tips menabung reksadana yang bisa kamu simak. Jangan sampai ada yang terlewatkan, ya!

 

Memahami profil risiko

Perlu diketahui bahwa setiap investor memiliki profil risiko yang berbeda. Profil risiko sendiri merupakan tingkat risiko yang mampu ditanggung oleh masing-masing investor. Hal ini penting diperhatikan sebab di dalam menabung reksadana, profil risiko akan berbanding lurus dengan potensi imbal hasil atau return yang didapatkan. Artinya, semakin tinggi risiko yang dapat ditanggung maka akan semakin besar keuntungan yang didapatkan (high risk high return).

Umumnya, profil risiko yang menggambarkan karakter investor dalam berinvestasi ini terbagi dalam tiga tipe, yaitu tipe konservatif (penghindar risiko), moderat (memiliki kemampuan menanggung risiko dalam tingkat sedang), dan agresif (investor yang mampu mengambil risiko besar).

Memilih jenis reksadana yang tepat

Setelah kamu mengenali profil risiko, maka segeralah menentukan pilihan jenis reksadana yang tepat. Setidaknya ada empat jenis reksadana yang bisa kamu pilih, seperti reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, maupun saham. Masing-masing jenis reksadana ini memiliki jangka waktu investasi yang berbeda, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Apabila biaya kuliah dan master degree harus dipersiapkan sekitar satu tahun, maka kamu bisa memilih reksadana pasar uang. Namun, jika kamu memiliki jangka waktu yang lebih panjang hingga tiga tahun, maka jenis reksadana pendapatan tetap adalah pilihan yang terbaik. Sebagai investor pemula, kamu disarankan untuk memulai investasi jangka pendek di reksadana pasar uang yang paling sesuai dengan profil risiko kamu.

Mengenal manajer investasi dengan baik

Menabung reksadana untuk biaya kuliah dan master degree harus dilakukan dengan hati-hati, sebab dana investasi yang akan disetorkan tidaklah sedikit. Oleh karena itu, selain mengetahui jenis reksadana yang tepat, kamu juga perlu mengenal manajer investasi sebagai pengelola produk reksadana tersebut dengan baik. Jangan sampai kamu justru salah memilih manajer investasi dan terjebak pada investasi bodong.

Tenang saja, di era digital seperti saat ini kamu bisa memanfaatkan aplikasi reksadana Xdana yang sudah terbukti profesional dan memiliki kredibilitas sangat baik. Selain itu, Xdana juga telah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) serta mengantongi sertifikasi Invest Advisor.

Disiplin menabung reksadana

Untuk bisa mencapai biaya kuliah dan master degree yang dibutuhkan kamu harus menabung reksadana dengan disiplin. Kamu perlu menyisihkan penghasilan bulanan secara rutin sesuai dengan perencanaan investasi di awal. Dengan begitu, sedikit demi sedikit dana investasi yang kamu setorkan pada instrumen reksadana bertambah semakin banyak, begitu pula dengan potensi keuntungan yang akan diperoleh.

 

Nah, setelah mengetahui tips menabung reksadana untuk biaya kuliah dan master degree kamu bisa mulai mempersiapkannya sekarang juga. Jangan lagi ditunda agar tujuan keuangan di masa mendatang bisa segera tercapai.