fbpx

Strategi Investasi Jangka Pendek dengan Reksadana Pasar Uang

Strategi Investasi Jangka Pendek dengan Reksadana Pasar Uang

Strategi Investasi Jangka Pendek dengan Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang memang sahabat para investor pemula maupun profesional. Pilihan untuk diversifikasi investasi serta modal awal yang sangat terjangkau, membuat pasar uang jadi alternatif untuk terus mendapatkan imbal hasil demi mewujudkan tujuan finansial. Meski begitu, instrumen ini tidak lantas bebas risiko kerugian. Penurunan nilai investasi pasti tetap ada, namun yang penting adalah bagaimana mengatasinya. Begini strategi jangka pendek pada instrumen pasar uang.

Diversifikasi investasi

Kalau memang tujuan investasimu adalah jangka pendek dan menengah, maka risiko kerugian saat fluktuasi harus dihadapi dengan cermat. Sebab, jika kamu tidak menerapkan strategi investasi yang tepat untuk jangka pendek, kondisi pasar yang fluktuatif sangat berisiko menurunkan nilai imbal hasil. Beda lagi kalau kamu memang investasi jangka panjang, di mana risiko kerugian jangka pendek tidak terlalu bahaya.

Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa terapkan trik diversifikasi investasi. Diversifikasi artinya adalah memisah dan membagi. Dalam hal ini, kamu investasikan modalmu tidak hanya pada satu aset, melainkan beberapa. Contoh, kamu investasi pada obligasi dan deposito. Saat obligasi melemah, kamu andalkan untung dari deposito. Saat deposito melemah, kamu andalkan untuk dari obligasi. Dengan begitu, kamu tetap dapat untung.

Memandang positif segala kemungkinan

Memandang positif segala kemungkinan

Ketika nilai aset sedang turun, jangan pandang buruk investasi. Ini adalah hal yang wajar terjadi karena tidak ada yang pasti di pasar modal. Ada banyak hal yang memengaruhi nilai suatu aset. Jika memang kondisi sedang turun, maka memang banyak hal yang menjadi penyebab. Bukan berarti ada yang salah atau tidak benar dalam investasi tersebut. Ini hanyalah sebuah siklus.

Jangan buru-buru jual aset

“Karena pasar sedang turun, maka jual saja aset yang dimiliki.” 

Siapa Xultan di sini yang masih suka buru-buru jual aset saat pasar sedang turun? Pilihan seperti ini memang bisa dipahami. Kamu tidak mau rugi dengan mengambil risiko mempertahankan investasi. Namun, jangan pernah buru-buru melepas aset hanya karena harganya sedang anjlok, ya. Sebab, kembali lagi di awal bahwa pasar reksadana sangat fluktuatif alias sering naik dan turun. Kalau saat ini sedang turun, mungkin esok nilainya bisa naik. Jadi, jangan pula menyesal karena buru-buru melepas aset.

Manfaatkan penurunan pasar

Manfaatkan penurunan pasar

Penurunan nilai efek sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mencetak untung yang besar kalau kamu tahu triknya. Apa itu? Menambah aset. Kalau memang nilainya saat ini turun, kamu akan rugi kalau menjualnya begitu saja. Sebaliknya, kalau kamu pertahankan aset yang sudah dimiliki dan menambah lagi dengan cara membeli, maka kemudian hari kamu bisa untung.

Saat nilai efek turun, kamu bisa dapatkan lebih banyak reksadana dengan harga yang murah. Ini kesempatan untuk memperbanyak jumlah aset. Kemudian, kelola aset tersebut bersamaan dengan reksadana yang sudah dimiliki saat ini. Di waktu ke depan, saat pasar membaik dan nilai aset menunjukkan grafik naik, kamu bisa untung dengan menjual sebagian atau beberapa yang dimiliki.

 

Yang terpenting dalam investasi jangka pendek reksadana pasar uang adalah tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi penurunan grafik keuntungan. Kalau strategi yang dilakukan tepat, kamu bisa tetap mempertahankan keuntungan yang sudah dihasilkan. Tapi kalau kamu salah langkah, bisa-bisa kerugian besar yang bakal terjadi.

Mulai investasimu sekarang juga dengan aplikasi Xsaver. Hadir sebagai aplikasi smartphone, Xsaver bisa di-download gratis melalui App Store dan Play Store. Nominal modal awalnya juga murah, yaitu Rp50 ribu saja. Yuk, dapatkan Xsaver sekarang juga!