fbpx

Siasat Investasi Ketika Ekonomi Melemah Akibat Corona

Siasat Investasi Ketika Ekonomi Melemah Akibat Corona

Siasat Investasi Ketika Ekonomi Melemah Akibat Corona

Fluktuasi yang terus terjadi di pasar, hingga adanya isu resesi ekonomi, hendaknya tidak menjadi halangan bagi kamu untuk terus investasi. Sebab, investasi memberikan keuntungan yang besar di masa depan, mulai dari untuk dana darurat, dana pensiun, dana pendidikan anak, hingga dana kesehatan. Kalau kamu berhenti hanya karena ekonomi sedang melemah, kamu akan kehilangan kesempatan untuk memiliki dana cadangan yang cukup di masa depan. Triknya, kamu hanya perlu menjalankan siasat investasi yang tepat saat menghadapi krisis ekonomi.

Hati-hati dengan investasi saham

International Monetary Fund (IMF) cukup pesimis bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 mampu mencapai target yang ditetapkan sebelumnya, yaitu 2.9%. Justru, IMF memprediksi bahwa virus corona akan memengaruhi ekonomi dunia sekitar 0.1-0.2%. Buktinya sudah ada, sektor pariwisata merosot dan sektor perdagangan banyak yang harus mengurangi produksi karena imbauan physical distancing dan di rumah saja.

Keraguan IMF terhadap pertumbuhan ekonomi pun membuat pasar saham anjlok. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah mulai terkoreksi hingga 10.92%, dari awal perdagangan di awal tahun hingga Februari 2020 lalu. Karena hal ini sudah terjadi, masyarakat pun diminta untuk berhati-hati dalam investasi, terutama pada saham, karena kinerjanya sedang fluktuatif.

Boleh investasi saham, asal jeli

Boleh investasi saham, asal jeli

Anjloknya IHSG dan fluktuatifnya pasar saham tidak lantas membuat investasi saham “haram”. Kamu yang sudah punya investasi di saham, tidak masalah kalau mempertahankan aset yang dipunya asalkan profil risikomu agresif, sehingga berani menghadapi risiko. Apalagi saat ini harga saham sedang murah-murahnya, maka ada peluang saat koreksi besar-besaran terjadi. Contohnya saja saham incaran yang secara fundamental baik, tapi ikut turun harganya, sehingga kamu bisa beli dengan harga rendah.

Pantau terus perkembangan virus corona

Selain menyesuaikan instrumen investasi dengan profil risiko, siasat investasi di tengah wabah corona adalah memantau setiap perkembangan pasar seiring dengan perkembangan virus corona. Sebab, ketika virus corona ini telah ditangani dengan baik dan ada proyeksi bisa segera terselesaikan, pasar saham akan lebih stabil dan menguat. Namun, bila hal sebaliknya yang terjadi, kamu harus hati-hati bila ingin mempertahankan investasi di saham. Bila risikonya makin meningkat, kamu bisa alihkan investasi ke produk yang lebih aman, seperti reksadana pasar uang.

Opsi memindahkan investasi berisiko ke safe haven

Opsi memindahkan investasi berisiko ke safe haven

Reksadana pasar uang termasuk investasi yang menempatkan modal pada aset safe haven seperti obligasi jatuh tempo kurang dari setahun dan deposito. Saat ini, obligasi dan deposito dinilai aman sebagai tempat untuk menyimpan aset, sebab instrumen ini likuid dan cenderung stabil di tengah fluktuasi pasar. Reksadana pasar uang bisa jadi “tempat parkir” aset investasi saham yang dialihkan demi menekan risiko.

Instrumen obligasi bisa jadi alternatif investasi sebab harga obligasi umumnya meningkat jika ada sentimen negatif di pasar. Obligasi juga bisa dijual meski belum jatuh tempo. Investor obligasi bisa menjual asetnya dengan harga lebih tinggi dari sebelumnya. Begitu juga dengan deposito yang menawarkan keuntungan cenderung stabil, tentunya relatif lebih aman jika dibanding saham yang saat ini masih fluktuatif. Kamu bisa investasi di obligasi dan deposito dengan memilih investasi reksadana pasar uang.

Fokus pada menekan risiko, bukan cari untung besar

Saran untuk mengalihkan aset investasi di saham ke aset investasi di reksadana pasar uang bukan berarti untuk mencari untung. Sebab, seperti yang diketahui, imbal hasil reksadana pasar uang memang cenderung lebih sedikit dibanding saham. Namun, reksadana pasar uang cenderung lebih aman dan minim risiko di samping asetnya yang juga likuid. Ketika kamu mengalihkan aset investasi dari saham ke pasar uang, maka tujuannya untuk mengamankan aset dan mencegah risiko besar, bukan mencari untung lebih besar.

 

Siasat investasi ketika ekonomi melemah karena corona, sebaiknya memang fokus pada sekuritas atau mengamankan aset yang sudah dimiliki. Jangan dulu fokus mencari cuan besar karena risiko juga sedang tinggi. Lebih baik memilih investasi yang risikonya relatif lebih kecil, namun kinerja cenderung stabil. Pakai aplikasi Xsaver untuk memulai investasi di reksadana pasar uang.