fbpx

Reksadana VS Deposito: Ketahui Perbedaan dan Tipsnya

Reksadana VS Deposito: Ketahui Perbedaan dan Tipsnya

Instrumen investasi reksadana vs deposito akhir-akhir ini memang digemari dan banyak dijadikan pilihan. Sebab, jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, reksadana dan deposito lebih aman dan ramah investor pemula. Kalau Xultan termasuk investor pemula yang sedang bingung dan bertanya-tanya apa jenis investasi yang tepat, simak penjelasan tentang reksadana dan deposito berikut ini. Ada juga tips bagaimana memulai investasimu mulai dari sekarang!

Perbandingan dari faktor risiko

Reksadana vs deposito memiliki faktor risiko yang berbeda. Dua-duanya sama-sama memiliki faktor risiko. Namun, perbedaannya adalah apa yang menjadi risiko tersebut. Faktor risiko reksadana antara lain adalah kemungkinan penurunan nilai investasi yang dipengaruhi oleh kondisi pasar. Modal yang kamu setorkan memang pasti akan mendatangkan keuntungan. Namun, modal ini juga berisiko mengalami penurunan nilai karena pasar yang fluktuatif.

Sedangkan, nilai investasi deposito akan selalu tetap, suku bunganya tidak akan berubah seperti reksadana yang mengikuti kondisi pasar. Namun, risiko deposito adalah nilai investasi yang akan tergerus oleh inflasi. Dengan suku bunga yang tetap, bisa jadi pada tahun berikutnya suku bunga tersebut lebih rendah dari tingkat inflasi. Dengan demikian, mungkin saja investasimu justru tetap dan bukannya bertambah.

Tingkat pengembalian reksadana vs deposito 

Tingkat pengembalian reksadana vs deposito 

Tingkat pengembalian reksadana vs deposito sudah pasti jauh berbeda. Reksadana mengandalkan selisih Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang dihitung setiap hari. Nilai ini akan dihitung oleh seorang manajer investasi, di mana ini merupakan nilai bersih keuntungan yang kamu terima tanpa kena pajak. NAB ini sistemnya sangat fluktuatif, bergantung dengan kondisi pasar pada hari itu. Namun, satu yang pasti, investasi reksadana tidak akan membuat rugi karena keuntungannya cenderung sudah di atas nilai inflasi.

Sedangkan, pengembalian deposito ini bersifat tetap. Nilai keuntungan atau pengembaliannya sesuai dengan bunga per tahun yang ditawarkan oleh pihak bank di awal pembukaan rekening. Misalnya saja, kamu ambil produk deposito dua belas bulan dengan bunga per tahun 5%. Maka, tingkat pengembalian yang akan kamu dapat di akhir masa deposito bakal sesuai dengan bunga yang ditawarkan ini. Kalau deposito menawarkan keuntungan yang tetap, reksadana menawarkan keuntungan yang bisa lebih tinggi.

Modal awal yang harus disetorkan

Meski reksadana dan deposito sama-sama ramah untuk investor pemula, namun untuk masalah modal awal, reksadana adalah pemenangnya. Bagaimana tidak, dengan modal awal Rp50 ribu saja kamu sudah bisa mulai investasi reksadana pasar uang di aplikasi Xsaver. Selanjutnya, kamu juga bisa menambah nilai investasimu dengan modal yang sama dengan dana awal. Murah dan terjangkau sekali, bukan?

Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan deposito. Minimal kamu harus punya modal awal sekitar Rp5 jutaan untuk bisa membuka rekening deposito. Untuk selanjutnya, kamu juga harus menyetorkan nilai investasi yang sudah ditentukan. Ini mungkin memberatkan bagi sebagian investor pemula karena harus mengumpulkan modal awal yang cukup besar di permulaan.

Jangka waktu investasi

Jangka waktu investasi

Reksadana vs deposito juga berbeda dalam aspek jangka waktu investasinya. Jangka waktu reksadana bisa kamu atur sendiri, apakah itu enam bulan, satu tahun, tiga tahun, hingga lima tahun. Begitu juga dengan deposito. Kamu bisa tetapkan sendiri jangka waktu investasi deposito, apakah itu satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dua belas bulan, hingga tahunan.

Bedanya, dana investasi reksadana bisa kamu tarik atau cairkan kapan saja, bahkan ketika jangka waktu yang kamu rencanakan belum tercapai. Misalnya, kamu berencana investasi reksadana selama satu tahun untuk mendapatkan Rp10 juta. Namun, sebelum satu tahun, jumlah tersebut sudah terkumpul dan kamu ingin cairkan. Kamu tinggal request pencairan saja untuk menikmati keuntungan. Ini beda dengan deposito di mana kamu harus menunggu hingga waktu jatuh tempo tiba untuk menikmati hasil investasi.

 

Tips penting untuk kamu yang ingin mulai investasi reksadana vs deposito, sisihkan beberapa persen dari pendapatan untuk modal berinvestasi. Pelajari setiap instrumen investasi sebelum kamu menentukan pilihan, timbang baik-baik keuntungan dan kerugiannya. Yang terakhir, naikkan nilai pokok investasi. Semakin aktif berinvestasi, semakin besar pula imbal hasilnya. Informasi lain seputar reksadana bisa kamu dapatkan dengan follow Instagram Xdana. Untuk download aplikasi Xsaver, bisa di Play Store maupun App Store.