fbpx

Rekomendasi Investasi yang Cocok untuk Tipe Profil Risiko Konservatif

Rekomendasi Investasi yang Cocok untuk Tipe Profil Risiko Konservatif

Rekomendasi investasi dapat menentukan jenis instrumen yang cocok dipilih untuk masing-masing tipe profil risiko. Dalam hal ini profil risiko merupakan dasar atau acuan bagi seorang investor untuk memilih produk investasi yang sesuai. Tujuannya agar keuntungan dapat diperoleh secara maksimal berdasarkan dengan besaran tingkat risiko yang dapat ditanggung oleh investor tersebut. Perlu diketahui bahwa semakin besar potensi return yang didapatkan, maka semakin tinggi pula risiko investasi yang harus dihadapi.

Oleh karena itu, sudah seharusnya kamu mengenali tipe profil risiko diri sendiri ketika berinvestasi. Salah satunya, yaitu tipe profil risiko konservatif. Apa maksudnya dan rekomendasi investasi apa yang cocok untuk profil risiko tersebut? Yuk, cari tahu selengkapnya di sini!

 

Memahami tipe profil risiko konservatif

Investor dengan tipe konservatif ditandai melalui profil risiko rendah dan relatif mengindari risiko. Saat berinvestasi, investor konservatif akan memilih instrumen yang aman dan stabil, sehingga modal awal berinvestasi tidak akan berkurang nilainya. Lebih lanjut, tipe konservatif lebih merasa nyaman dengan return yang tidak terlalu besar asalkan memiliki pergerakan yang stabil.

Salah satu rekomendasi investasi bagi investor konservatif, yaitu reksadana pasar uang, seperti Xdana. Xdana merupakan aplikasi investasi reksadana pasar uang yang dapat dimanfaatkan oleh investor pemula untuk memulai kegiatan investasi di pasar modal. Karena berbasis online, kamu bisa berinvestasi kapan saja dan dari mana saja melalui aplikasi Xdana. Hanya perlu modal Rp50.000 kamu sudah bisa memulai investasi!

Pertimbangkan untuk investasi jangka panjang

Berdasarkan profil risiko konservatif, investor disarankan untuk melakukan investasi dalam kurun waktu panjang. Terlebih investor konservatif lebih mengedepankan stabilitas pergerakan dibandingkan nilai imbal hasil yang diperoleh dari instrumen investasi yang dipilih. Hal ini dikarenakan, investor membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk mencapai nilai investasi yang diinginkan.

Beberapa rekomendasi investasi jangka panjang yang bisa dipilih oleh investor konservatif, antara lain Tabungan, Deposito Berjangka, dan Reksadana Pasar Uang. Instrumen investasi obligasi atau reksadana pendapatan tetap juga bisa dipilih bagi kamu yang memiliki tipe profil risiko konservatif. Pasalnya, kedua instrumen tersebut mampu memberikan return yang tinggi dengan risiko minim dalam jangka waktu investasi yang panjang.

Tujuan investasi investor konservatif

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa investor konservatif direkomendasikan untuk memilih jenis investasi yang bisa memberikan pendapatan tetap. Hal ini berarti tujuan investasi investor konservatif bisa dicapai atau ditujukan untuk tujuan keuangan di masa mendatang. Oleh karena itu, tidak jarang investor konservatif mengalokasikan dana investasinya untuk persiapan dana pensiun atau dana pendidikan anak.

Melalui investasi jangka panjang yang dilakukan oleh investor konservatif, mereka bisa mengumpulkan return atau imbal hasil investasi dalam jumlah yang stabil sedikit demi sedikit. Sekali pun terdapat kemungkinan penuruan hasil investasi, faktanya masih banyak investor konservatif yang memanfaatkan instrumen investasi reksadana pasar uang, obligasi, atau deposito untuk mencukupi dana pensiun atau dana pendidikan anak di masa mendatang.

 

Rekomendasi investasi reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan tepat bagi investor dengan profil risiko konservatif. Potensi imbal hasil yang lebih besar dari deposito, dengan risiko yang relatif rendah membuat instrumen yang satu ini layak dipertimbangkan. Bagaimana dengan profil risiko yang kamu miliki? Jika kamu termasuk investor konservatif, sebaiknya pilih instrumen yang tepat sesuai dengan profil risiko yang dimiliki. Selamat mencoba dan semoga berhasi mencapai tujuan investasi, ya!