Begini Cara Membaca Prospektus Reksadana untuk Para Pemula

Begini Cara Membaca Prospektus Reksadana untuk Para Pemula

Apa itu prospektus reksadana? Bisa dibilang ini adalah elemen penting dalam investasi reksadana. Prospektus berisi informasi seputar penawaran reksadana. Jika diibaratkan, prospektus adalah sebuah buku pedoman. Apa yang terjadi kalau kamu tidak mengikuti pedoman? Kehilangan arah. Begitu pula yang akan terjadi jika kamu beli reksadana tanpa membaca prospektusnya.

Ada banyak sekali informasi yang bisa didapat dengan membaca prospektus. Kamu mungkin akan merasa bingung saat pertama kali membaca prospektus. Agar kamu nggak salah arah, yuk simak cara baca prospektus reksadana untuk pemula berikut.

Perhatikan izin regulator

Hal pertama yang harus kamu perhatikan baik-baik saat membaca prospektus adalah izin dari regulator. Adanya izin regulator bisa jadi jaminan kalau pengelolaan reksadana yang kamu incar sudah diawasi pemerintah atau belum. Izin regulator ini dikeluarkan oleh pihak yang ditunjuk oleh negara untuk mengatur reksadana, yaitu OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Jika dalam prospektus tidak tercantum izin regulator ini maka sebaiknya kamu waspada. Tanpa izin regulator, reksadana tersebut tidak boleh beroperasi. Bukan cuma itu, reksadana yang tak berizin juga sangat berisiko. Kamu akan sulit menemukan penyelesaian jika memang terjadi perselisihan atau uang dilarikan. Ini karena OJK tidak mengawasi pengelolaan reksadananya.

Cek track record Manajer Investasi

Berbeda dengan instrumen investasi lainnya, dalam mengelola reksadana kamu akan dibantu oleh ahli. Mereka disebut dengan Manajer Investasi (MI). MI bertugas mengelola investasi reksadana. MI juga bisa menjadi indikator apakah reksadana yang kamu incar punya prospek bagus atau tidak.

Nah, informasi seputar MI ini pun tercantum dalam prospektus reksadana. Dalam dokumen ini, kamu bisa tahu bagaimana performa MI. Informasinya pun sangat detail, mulai dari pengalaman mengelola reksadana, jam terbang sebagai MI, besaran dana yang dikelola, hingga kinerjanya dalam mengatur tim.

Kamu juga sebaiknya menyimak baik-baik informasi tentang bank kustodian. Cek izin yang mereka kantongi serta list klien yang pernah ditangani. Ini karena bank kustodian adalah pihak yang akan mengelola uangmu. Mereka akan mengurus soal administrasi, penyimpanan aset, sampai jual beli reksadana.

Cari tahu soal kebijakan dan strategi investasi

Sekarang masuk ke bagian paling penting dari prospektus reksadana, yaitu kebijakan dan strategi investasi. Kalau kamu mau tahu bagaimana uangmu dikelola nantinya, bagian yang memuat soal kebijakan dan strategi investasi ini harus disimak baik-baik. Di bagian ini kamu bisa tahu bagaimana komposisi dari portofolio reksadana hingga periode investasi.

Misalnya reksadana A ternyata komposisi portofolionya 70% saham dan sisanya untuk deposito atau SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Sedangkan periode investasinya adalah investasi jangka panjang.

Dari informasi ini kamu bisa tahu kalau reksadana A tidak cocok untuk investasi jangka pendek. Kalau kamu mengincar untung (imbal hasil) dalam waktu singkat, reksadana A sebaiknya tidak diambil. Selain itu, investasi reksadana A didominasi oleh saham. Seperti yang sudah kamu tahu, saham adalah instrumen investasi yang berisiko tinggi, Bagi pemula, tidak disarankan untuk mengambil reksadana A ini, karena risikonya yang tinggi.

Membaca prospektus reksadana memang tidak mudah. Namun hal ini sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk melewatkan prospektus reksadana. Berinvestasi reksadana tanpa membaca prospektus sama saja dengan membeli kucing dalam karung. Simak baik-baik prospektus sebelum mengambil keputusan untuk beli reksadana. Dengan begitu, uang yang kamu keluarkan nggak jadi sia-sia dan bisa jadi investasi sesungguhnya.