fbpx

Perbedaan Reksadana VS Obligasi, Cari Tahu di Sini!

Perbedaan Reksadana VS Obligasi, Cari Tahu di Sini!

Perbedaan Reksadana VS Obligasi, Cari Tahu di Sini!

Masih banyak yang bingung dengan reksadana vs obligasi. Bukankah obligasi adalah bagian dari investasi reksadana? Memangnya bisa, investasi langsung pada obligasi? Bisa, Xultan! Obligasi memang bagian dari reksadana pasar uang, tapi kamu juga bisa berinvestasi langsung pada obligasi tanpa melalui perantara reksadana. Bagaimana caranya, dan apa perbedaannya?

Pengertian reksadana vs obligasi

Reksadana pasar uang adalah reksadana yang kebijakan investasinya pada pasar uang (deposito/kas) dan obligasi jatuh tempo kurang dari satu tahun. Di reksadana, dana dari investor akan dihimpun oleh seorang manajer investasi untuk kemudian dikelola pada instrumen pasar uang. Karena pembelian efek menggunakan banyak dana dari investor lain, maka sangat mungkin bagimu untuk mulai investasi reksadana dengan Rp50 ribu saja.

Sedangkan, pengertian obligasi adalah surat pernyataan utang yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit obligasi, untuk diberikan kepada pemegang obligasi. Surat pernyataan ini berisi janji pemegang obligasi untuk membayar kembali pokok bunga saat jatuh tempo.

Minimum pembukaan rekening 

Minimum pembukaan rekening 

Beda reksadana vs obligasi yang mencolok terletak pada modal awal minimum pembukaan rekening. Kalau kamu mau membuka rekening transaksi obligasi, minimal modal yang harus dimiliki adalah Rp5 juta untuk pecahan obligasi ORI dan Sukuk Ritel. Sedangkan untuk obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah dan swasta, minimum dana awal yang harus kamu miliki adalah Rp1 miliar. Itu pun terbatas untuk nasabah prioritas.

Beda dengan investasi pada obligasi langsung, investasi reksadana bisa dimulai dengan hanya Rp50 ribu saja. Kamu bisa buka rekening reksadana pasar uang di aplikasi Xsaver dengan modal ini. Untuk selanjutnya, bisa top-up dengan minimal nominal yang sama. Jauh lebih terjangkau dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Agen penjual 

Membeli obligasi, baik itu di pasar perdana atau sekunder, bisa dilakukan melalui perusahaan sekuritas yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bank. Kamu bisa melakukannya dengan cara datang langsung ke perusahaan penjual obligasi atau bank. Beberapa bank penjual obligasi ada yang sudah membuat aplikasi untuk pembelian obligasi. Namun, jumlahnya memang masih terbatas.

Sedangkan kalau kamu investasi reksadana, bisa ke agen penjual; perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK dan bank. Sebenarnya sama saja dengan membeli obligasi. Namun, sekarang sudah banyak pilihan untuk investasi reksadana, termasuk dengan menggunakan aplikasi. Buka rekening, daftar sebagai nasabah, dan mulai berinvestasi, bisa dilakukan dengan aplikasi investasi di genggaman tangan.

Risiko fluktuasi harga

Risiko fluktuasi harga

Reksadana vs obligasi sama-sama fluktuatif dalam hal imbal hasil dan return. Bedanya adalah pernyataan harga. Harga obligasi dinyatakan dalam persentase: at Premium di atas 100%, at Discount di bawah 100%, dan at Par sama dengan 100%. Dengan asumsi pemegang obligasi bisa melunasi kewajiban, maka harga obligasi yang ada di atas maupun bawah 100% akan kembali setara ke 100%.

Di sisi lain, harga reksadana dinyatakan dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang dihitung setiap harinya oleh manajer investasi. NAB ini dimulai dari angka 1.000. Karena reksadana pasar uang tidak memiliki jatuh tempo seperti obligasi, di mana harganya bisa kembali setara di 100%, maka imbal hasil reksadana akan selalu fluktuatif. Berapa pun jangka waktu reksadana, selama kamu masih aktif berinvestasi, maka imbal hasilnya selalu berubah-ubah.

Likuiditas

Reksadana vs obligasi sangat berbeda dalam hal likuidasi atau pencairan. Obligasi di pasar sekunder kurang likuid atau susah untuk dicairkan. Maka, akan sangat butuh waktu serta upaya kalau kamu mau menikmati keuntungan dari investasi langsung di sektor obligasi.

Lain halnya dengan reksadana, investasi di instrumen ini sangatlah likuid alias bisa dicairkan kapan saja. Kamu bisa kapan saja menikmati imbal hasil keuntungan investasi dengan hanya request pencairan. Tinggal tunggu saja hingga maksimal T+7 untuk mendapatkan hasil investasi di rekening kamu.

 

Reksadana vs obligasi adalah instrumen investasi yang sama menguntungkan namun memiliki skema yang berbeda. Kamu bisa tentukan sendiri mau pilih investasi pada instrumen yang mana. Namun, kalau kamu mencari investasi yang bisa dimulai dengan modal minim, pencairan bisa kapan saja, return menguntungkan, bisa pilih reksadana pasar uang. Download dulu aplikasi investasi Xsaver di Play Store dan App Store. Ikuti pula informasi terbaru soal reksadana di Instagram Xdana!