fbpx

OJK Suspensi Manajer Investasi, Reksadana Aman atau Tidak?

OJK Suspensi Manajer Investasi, Reksadana Aman atau Tidak Sih?

OJK Suspensi Manajer Investasi, Reksadana Aman atau Tidak?

Sebagai lembaga keuangan independen di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang cukup rajin “bersih-bersih” perusahaan investasi dan manajer investasi yang dinilai tidak mematuhi aturan. Bahkan OJK tidak segan untuk langsung memberikan suspensi kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Dalam hal ini, maksud dari suspensi adalah penghentian sementara pembelian unit baru.

Bahkan sepanjang tahun 2019 kemarin, ada 37 manajer investasi yang terkena suspensi. Nah, mengingat fungsi manajer investasi sebagai pengelola dana reksadana, banyak orang akhirnya bertanya-tanya apakah reksadana aman atau tidak. Daripada bingung, langsung cari jawabannya di bawah ini, yuk!

Idealnya aman selama sudah terdaftar di OJK

Bagaimana kalau produk reksadana yang disuspensi?

Sebelum beroperasi secara resmi di Indonesia, idealnya perusahaan manajer investasi harus sudah mengantongi izin dari OJK terlebih dulu. Xdana, misalnya, mendapatkan tiga jenis izin dari OJK dalam bentuk Izin Perusahaan Sekuritas, Izin Agen Penjual Reksadana, dan Izin Penasihat Investasi. Tidak ketinggalan Izin Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Adanya izin-izin ini dapat membantu menjamin agar perusahaan manajer investasi beroperasi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan OJK. Sayangnya, masih saja ada sejumlah perusahaan yang cukup “bandel” walaupun sudah mendapatkan izin-izin resmi tersebut. Wajar kalau orang jadi bertanya apakah reksadana aman atau tidak.

Pasalnya, peran manajer investasi memang sangat dekat dengan investasi reksadana. Mereka inilah yang mengelola portofolio efek para investor, untuk kemudian dialokasikan ke berbagai produk reksadana yang dianggap bisa memberikan keuntungan atau return paling maksimal sesuai tujuan finansial investor. Nah, jika manajer investasi kena suspensi, gimana nasib uang kamu?

Seandainya manajer investasi bangkrut, uang kamu tetap aman

Well, sebetulnya tidak ada yang perlu khawatirkan. Yes, uang investasi reksadana kamu memang dikelola oleh manajer investasi. Namun, bukan mereka yang menampung uang kamu, melainkan pihak lain bernama bank kustodian. Manajer investasi dan bank kustodian bekerja berdampingan berdasarkan kontrak investasi kolektif. Keduanya pun punya peran yang berbeda dalam proses investasi reksadana. Kalau manajer investasi mengelola uang, maka bank kustodian lah yang menampung uang para investor.

Nah, ketika manajer investasi menilai bahwa uang investasi kamu harus dialokasikan untuk membeli produk di pasar modal (atau justru menjualnya), manajer investasi cuma bisa memberikan instruksi kepada bank kustodian untuk melakukannya. Dengan kata lain, manajer investasi tidak punya hak untuk mengakses atau mengutak-atik aset reksadana kamu. Jadi, seandainya manajer investasi bangkrut atau terkena suspensi, uang investasi kamu masih bisa dicairkan karena dipegang oleh bank kustodian.

Bagaimana kalau produk reksadana yang disuspensi?

Bagaimana kalau produk reksadana yang disuspensi?

Pada kasus suspensi di mana produk reksadana diberhentikan transaksinya, sebetulnya sama saja kok. Kekhawatiran reksadana aman atau tidak, itu pasti muncul. Namun, kenyataannya, uang kamu tetap aman walaupun kamu ikut membeli produk tersebut. Pasalnya, jika produk reksadana disuspensi, kamu tetap bisa melakukan penjualan sendiri. Namun, dengan catatan, selama masa suspensi tersebut kamu tidak bisa melakukan pembelian.

Sementara itu, kalau yang terjadi adalah produk reksadana dibubarkan, dana yang ada di dalamnya secara otomatis bakal dicairkan atau dilikuidasi. Setelah cair, baru deh dibagikan ke rekening kamu dalam jumlah yang sesuai Nilai Aktiva Bersih (NAB) saat likuidasi selesai.

 

Jadi, apakah reksadana aman atau tidak? Yes, tentu saja! Bahkan jika OJK melakukan suspensi manajer investasi pilihan kamu, uang tetap aman karena ditampung oleh bank kustodian. Walaupun begitu, sebaiknya sejak awal pilihlah perusahaan manajer investasi yang punya track record baik untuk menghindari hal-hal tersebut, ya!