fbpx

Mengatur Keuangan Generasi Milenial dengan Teknik 50/30/20

Mengatur Keuangan Generasi Milenial dengan Teknik 50/30/20

Generasi milenial dikenal sebagai generasi yang tidak pandai mengatur dan mengelola keuangannya sendiri. Generasi ini juga dikenal sebagai generasi yang boros dan tidak cermat dalam merencanakan finansial untuk waktu-waktu berikutnya. Keuangan generasi milenial dianggap yang paling tidak teratur. Hingga kemudian muncul teknik pengelolaan keuangan generasi milenial 50/30/20. Seperti apa teknik pengelolaan keuangan dengan 50/30/20 ini?

50% kebutuhan bulanan

Ketika kamu mendapatkan gaji bulananmu, pastikan untuk menyisihkan 50% dari jumlah keseluruhan sebagai biaya memenuhi kebutuhan bulanan. Misalnya, jika gaji bulananmu adalah Rp5 juta, sisihkan Rp2.5 juta untuk kebutuhan hidup dalam satu bulan ke depan. Pastikan jumlah ini bisa mencukupi pembayaran kebutuhan hidup seperti bayar sewa atau cicilan tempat tinggal, belanja kebutuhan bulanan, makan, tagihan telepon, listrik, internet, dan kartu kredit, serta asuransi.

Entah bagaimana caramu mengaturnya, pastikan pengeluaran biaya hidupmu dalam satu bulan berikutnya tidak sampai lebih dari jumlah yang sudah ditentukan. Kamu bisa membuat skala prioritas, hal apa saja yang harus dibayarkan terlebih dahulu. Misalnya saja membayar sewa atau cicilan rumah, lalu kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan detergen, kemudian asuransi, dan tagihan. 

30% hiburan dan nongkrong 

Jika metode pengelolaan keuangan lain menyarankan untuk menyisihkan sedikit mungkin anggaran untuk hiburan dan nongkrong, maka teknik 50/30/20 untuk mengatur keuangan milenial ini sebaliknya. Kamu bisa menyisihkan hingga 30% dari gajimu untuk hiburan dan nongkrong dengan teman dalam satu bulan ke depan. Mengapa demikian? Karena tanpa disadari, kamu akan semakin berontak jika menganggarkan sedikit uang untuk hiburan dengan mengambil uang yang sudah disisihkan untuk tabungan atau investasi. 

Jika gaji bulananmu Rp 5 juta, di mana Rp2.5 juta dari jumlah tersebut sudah dianggarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka kamu memiliki Rp1.5 juta untuk biaya hiburan. Jumlah yang cukup banyak untuk makan di restoran, pergi ke bioskop, nongkrong dengan teman di coffee shop, belanja baju, dan membeli makeup. 

20% tabungan dan investasi

Terakhir, kamu harus menyisihkan 20% dari gaji untuk anggaran tabungan dan investasi. 20% inilah yang sering kali terlupa sehingga keuangan generasi milenial dianggap berantakan. Berapa pun gaji yang kamu dapat, ingat selalu untuk menyisihkan setidaknya 20% dari gajimu sebagai tabungan dan investasi masa depan. Tanpa tabungan dan investasi, kamu tidak akan memiliki persiapan yang cukup untuk hal-hal darurat seperti biaya rumah sakit. 

Jika gajimu Rp5 juta, di mana Rp2.5 juta digunakan untuk kebutuhan hidup dan Rp1.5 juta untuk hiburan, kamu masih memiliki Rp1 juta untuk berinvestasi. Rp1 juta ini lah yang akan menjadi financial goal kamu. Gunakan uang ini sebagai modal investasimu setiap bulan. Kamu bisa unduh aplikasi investasi reksadana online Xdana yang akan membantumu memutarkan modal investasimu di reksadana pasar uang dan mendapatkan return yang tinggi. Aplikasi reksadana online Xdana memiliki manajer investasi (MI) yang membantumu mengenali profil risiko dan menentukan jenis investasi reksadana yang tepat. 

 

Sebenarnya, mengatur keuangan generasi milenial itu tidak sulit. Kamu hanya butuh membuat anggaran dan mematuhi pembagian keuangan yang sudah ditentukan di awal. Jika kamu hanya memiliki budget Rp2.5 juta untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka pastikan kebutuhan hidupmu tidak lebih dari jumlah tersebut. Jangan mencampur anggaran satu dengan yang lain karena hal ini akan mengacaukan rencana keuangan yang sudah dibuat. Semoga membantu! 

 

Photo credit: Pexels