fbpx

Legal dan Logis, Kunci Dapatkan Investasi yang Aman

Legal dan Logis, Kunci Dapatkan Investasi yang Aman

Beberapa bulan belakangan ini, cukup banyak kasus yang terjadi di industri investasi Indonesia. Salah satunya sebut saja kasus Narada yang mengalami gagal bayar pembelian beberapa efek saham hingga miliaran rupiah. Kasus seperti ini pun membuat orang jadi ragu untuk berinvestasi. Padahal, investasi yang aman sangat mungkin untuk dilakukan, kok.

Masalahnya, tidak bisa dipungkiri bahwa memang kasus investasi bodong tidak bisa sepenuhnya diberantas. Namun, demi meminimalisir hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga keuangan independen di Indonesia tidak henti-hentinya mengedukasi masyarakat terkait hal ini. Dengan begitu, diharapkan masyarakat jadi tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan investasi bodong.

Dua poin penting saat melakukan investasi

poin penting saat melakukan investasi

Dilansir dari situs berita Kompas.com, Tongam Lumban Tobing selaku Kepala Satuan Tugas Waspada Investasi OJK menjelaskan dua hal penting agar kamu bisa melakukan investasi yang aman secara cerdas. Poin pertama adalah legal. Maksudnya, dalam berinvestasi, kamu harus memastikan bahwa perusahaan penyedia sudah terjamin legalitasnya. Idealnya, perusahaan tersebut harus telah terdaftar di OJK atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Sementara itu, poin kedua adalah logis. Sebagai calon investor, kamu harus mengedepankan rasionalitas dalam memilih perusahaan investasi. OJK meminta kamu dan masyarakat Indonesia untuk tidak terpancing rayuan investasi yang menawarkan return atau keuntungan cepat. Umumnya, perusahaan investasi yang legal menawarkan keuntungan yang tidak secepat itu. Tentunya juga ada risiko yang menyertai mengingat prinsip high risk high return yang berlaku dalam investasi yang aman.

Prinsip-prinsip lain yang juga harus dipahami

Selain poin legal dan logis yang disampaikan oleh Tongam Lumban Tobing, masih ada sejumlah hal lain yang OJK ingin kamu juga mengetahuinya. Namun, kali ini hal-hal penting tersebut disampaikan oleh Mulyanto, Direktur Jasa Pengawasan 2, Satgas Investasi OJK Regional 4 Jatim. Dikutip dari situs berita Suarasurabaya.net, beliau menyebutkan lima prinsip penting agar masyarakat Indonesia terhindar dari investasi bodong atau palsu.

Kelima prinsip tersebut mencakup transparansi, cepat dan biaya terjangkau, perlakuan yang adil, keandalan, keamanan data atau informasi konsumen, dan penanganan pengaduan/penyelesaian sengketa konsumen secara sederhana. Lebih jauh lagi, beliau juga menekankan bahwa perusahaan investasi harus memberikan informasi transparan terkait hak dan kewajiban investor. Jangan sampai ada syarat dan ketentuan tersembunyi yang merugikan. Kamu berhak menanyakannya, Xultan! 

OJK rilis daftar perusahaan investasi yang tidak punya legalitas

OJK rilis daftar perusahaan investasi yang tidak punya legalitas

Walaupun sebuah perusahaan investasi telah memberi tahu kamu bahwa mereka beroperasi secara legal, tidak ada salahnya berjaga-jaga untuk melakukan pengecekan sendiri demi investasi yang aman. OJK cukup rutin merilis daftar perusahaan investasi yang belum mendapatkan izin atau terdaftar. Contohnya, sepanjang Januari 2020 kemarin saja, Satgas Waspada Investasi menemukan 28 entitas investasi bodong yang beroperasi di Indonesia.

Tenang saja, tentunya Xsaver tidak muncul dalam daftar tersebut. Sebagai aplikasi reksadana online dengan layanan investasi yang aman, Xsaver sudah mendapatkan Izin Perusahaan Sekuritas, Izin Agen Penjual Reksadana, dan Izin Penasihat Investasi dari OJK. Tidak ketinggalan juga Izin Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). 

 

Sekarang kamu sudah tahu apa yang wajib diperhatikan agar mendapatkan investasi yang aman. Mulai sekarang, pastikan kamu selalu mengutamakan legalitas dan rasionalitas perusahaan investasi sebelum menjatuhkan pilihan, ya. Semoga kita semua terhindar dari yang namanya investasi bodong!