fbpx

Kiat Membagi Uang Lebaran Saat Hari Raya Tiba

Kiat Membagi Uang Lebaran Saat Hari Raya Tiba

Kiat Membagi Uang Lebaran Saat Hari Raya Tiba

Senangnya mendapat pemasukan tambahan di bulan Ramadan dari uang Lebaran alias Tunjangan Hari Raya (THR)! Rasanya sudah tidak sabar untuk belanja berbagai kebutuhan Lebaran. Sebelum itu, jangan lupa untuk melaksanakan kewajiban terlebih dulu, yaitu menyisihkan sebagian THR untuk dibagikan ke orang yang membutuhkan dan sanak saudara. Agar kewajiban ini tidak membuat kantong jebol, ada sejumlah hal yang perlu kamu perhatikan. 

Cek dulu kondisi finansial kamu

Cek dulu kondisi finansial kamu

Perlu diingat kembali bahwa bagi-bagi uang Lebaran termasuk dalam pos pengeluaran THR, bukan gaji bulanan. Jadi, sebelum menyisihkan uang THR untuk dibagi-bagikan, pertimbangkan pula pos pengeluaran Lebaran yang lain. Apakah kamu sudah membayar zakat? Jangan lupa juga sisihkan minimal 10% untuk investasi seperti reksadana pasar uang Xsaver, ya.

Lalu, jika seandainya kamu masih punya utang atau cicilan, ada baiknya untuk melunasinya terlebih dulu. Kalau setelah dihitung-hitung ternyata sisa uang Lebaran kamu terbatas, tidak usah memaksakan diri untuk bagi-bagi uang terlalu banyak. Hal yang terpenting adalah kamu ikhlas dalam melakukannya.

Buat daftar penerima uang Lebaran

Saat melakukan kunjungan ke rumah sanak saudara dan orang-orang terdekat, kemungkinan kamu bakal bertemu banyak anak kecil yang meminta angpao Lebaran. Inginnya, sih, menyenangkan mereka dengan memberikan angpao tersebut. Namun, kalau memang bujet tidak mencukupi, kamu tidak wajib melakukannya.

Oleh sebab itu, buat daftar berisi nama-nama orang yang bakal kamu beri uang Lebaran. Tulis berdasarkan prioritas. Misalnya, dahulukan orang yang bekerja dengan kamu seperti asisten rumah tangga atau supir. Baru setelah itu menuliskan nama-nama keponakan atau sepupu.

Berikan secara adil, tidak harus sama

Berikan secara adil, tidak harus sama

Adil menjadi kata kunci dalam membagikan uang Lebaran. Dari daftar yang sudah kamu buat, tulis juga hubungan kamu dengan penerima dan status mereka sekarang. Misalnya, ada dua keponakan yang mau kamu beri uang Lebaran saat hari raya. Satu orang sedang menempuh pendidikan SMA, sedangkan satu orang lainnya masih SMP.

Nah, kebutuhan kedua orang ini tentu berbeda. Idealnya, anak SMA punya kebutuhan yang lebih banyak dari anak SMP sehingga kamu tidak bisa memberikan angpao dalam jumlah sama. Jadi, misalnya, kamu bisa memberikan angpao Rp100 ribu kepada keponakan SMA dan Rp50 ribu untuk keponakan SMP.

Lakukan cara yang kreatif

Saat memberikan angpao ke orang-orang tersebut, jangan lupa memasukkannya ke amplop terlebih dulu, ya. Agar lebih berkesan, kamu bisa menuliskan pesan singkat kepada penerima. Contohnya, untuk keponakan SMA yang akan kuliah, kamu bisa memberikan pesan semangat dalam menghadapi ujian dan segala tes masuk perguruan tinggi nanti.

Bagi yang punya banyak keponakan seumuran, kamu bisa mengadakan kuis seru-seruan sebelum memberikan angpao. Minta mereka untuk duduk dalam satu ruangan, lalu tanyakan hal-hal seputar keluarga kalian. Siapa yang bisa menjawab, maka ia akan mendapatkan uang Lebaran. Pertanyaan bisa berupa “siapa nama lengkap kakek”, “kapan tanggal ulang tahun nenek”, atau “makanan favorit tante X”. Cara kreatif seperti ini pasti bakal menambah keceriaan Lebaran kamu dan keluarga.

 

Bagi-bagi uang Lebaran memang tidak hanya memberikan suka cita kepada sang penerima, tapi juga kamu sebagai orang yang memberikan. Ada rasa bahagia melihat keponakan, sepupu, atau kakek-nenek tersenyum saat menerima angpao dari kamu. Adillah dalam membagikan angpao Lebaran dan yang terpenting, kamu juga harus ikhlas, ya.