fbpx

Kasus Narada, Begini Memilih Manajer Investasi Terpercaya

Kasus Narada, Begini Memilih Manajer Investasi Terpercaya

Kasus Narada baru-baru ini santer dibicarakan karena masalah gagal bayar pembelian beberapa efek saham, yang angkanya mencapai Rp177.78 miliar. Kasus ini pun berbuntut pada tindakan suspensi yang diambil oleh OJK pada dua reksadana milik Narada. PT Narada Aset Manajemen, selanjutnya diimbau untuk segera menyelesaikan pembayaran atas pembelian efek saham kepada perusahaan efek dan melaporkan perkembangan penyelesaian kasus kepada OJK.

Kasus Narada tentu bukan hal awam yang terjadi di dunia investasi reksadana. Gagal bayar pembelian efek saham bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja, terlebih kalau kamu tidak awas dan jeli dalam memilih. Karena kasus ini mengikutsertakan PT Narada, yang mana adalah sebuah perusahaan manajer investasi, sudah selayaknya kalau kamu lebih berhati-hati saat memilih manajer investasi terpercaya untuk mencegah kerugian besar. Berikut beberapa hal yang bisa dipelajari dari kasus ini.

Reksadana saham dan campuran tinggi risiko

Kasus Narada menyebabkan dua investasi reksadana milik manajer investasi ini disuspensi oleh OJK. Akibatnya, tidak boleh ada aktivitas apa pun terkait reksadana Narada yang disuspensi. Dua reksadana tersebut adalah reksadana saham dan reksadana campuran.

Ini karena dua reksadana milik Narada tersebut menunjukkan kinerja yang buruk selama tiga hari berturut-turut dan Narada tidak mampu melunasi pembayaran efek saham yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Alhasil, tingkat return yang dihasilkan oleh dua reksadana Narada tersebut anjlok hingga beberapa persen. Tentu hal ini akan merugikan investor yang melakukan investasi pada dua instrumen reksadana ini.

Dari kasus Narada ini, kamu bisa melihat bahwa memang dua investasi reksadana; saham dan campuran tinggi risiko. Dua reksadana ini memang menjanjikan return yang tinggi. Namun, investasi ini juga memiliki risiko kerugian yang tinggi. Istilahnya, high risk high return. 

Melihat dari kasus Narada, manajer investasi ini memang sudah menunjukkan performa yang baik di awal dan menghasilkan return tinggi. Tapi, kembali lagi, karena tinggi risiko, kasus Narada ini adalah bukti bahwa reksadana saham dan campuran risikonya juga tinggi.

Reksadana adalah investasi jangka panjang

Investor yang menempatkan modal investasinya di dua instrumen reksadana saham dan campuran tentu panik dan khawatir tentang investasinya setelah ada kasus Narada. Banyak dari investor Narada yang kemudian menjual atau mencairkan investasinya karena tidak mau menanggung risiko kerugian yang lebih banyak.

Padahal, seperti yang kamu tahu, reksadana saham dan campuran adalah investasi jangka panjang sehingga tidak baik jika langsung dicairkan atau dijual jika bermasalah. Oleh sebab itu, kasus Narada ini hendaknya disikapi dengan bijak oleh para investor. Memang tidak ada salahnya jika menjual investasi saat return-nya turun. Tapi harus diingat kembali bahwa reksadana saham dan campuran untuk lima hingga sepuluh tahun.

Memilih manajer investasi terpercaya 

Untuk mencegah kerugian besar bagi para investor, jika saja menemui kasus yang serupa dengan kasus Narada ini, maka memilih manajer investasi yang terpercaya adalah hal wajib yang harus kamu lakukan. Berikut tips memilih manajer investasi yang bisa kamu lakukan.

 

  • Melihat portofolio manajer investasi

 

Satu hal yang menyebabkan adanya kasus Narada ini adalah kesalahan pihak Narada di mana ia memiliki sejumlah saham second liner dalam portofolionya, namun tidak disebutkan dalam fact sheet terakhirnya. Narada juga melakukan kesalahan dalam hal pembelian saham second liner ini karena mereka menggunakan marjin, alih-alih membayar secara cash. Inilah yang menyebabkan Narada gagal bayar. Jadi, buat kamu yang sedang memilih manajer investasi, pastikan untuk melihat portofolio dan seluk beluk lengkapnya.

 

  • Pengecekan ke OJK 

 

Selain melihat portofolio manajer investasi untuk melihat kinerjanya, kamu juga wajib melakukan pengecekan ke OJK, terkait status operasional perusahaan manajer investasi tersebut.  Untuk sebuah manajer investasi terpercaya, perusahaan tersebut harus sudah terdaftar di OJK. Misalnya saja Xdana yang hanya bekerja sama dengan manajer investasi terpercaya dan kredibel, sudah terdaftar OJK, yang memiliki track record bagus dan stabil.

 

Nah, semoga, dari kasus Narada dan tips memilih manajer investasi ini, kamu mendapat informasi dalam hal investasi reksadana. Kalau kamu mulai coba investasi reksadana, coba saja pakai Xdana!

 

Photo credit: Freepik