fbpx

Kapan Waktu yang Tepat Mencairkan Reksadana?

Kapan Waktu yang Tepat Mencairkan Reksadana?

Bicara tentang produk investasi reksadana, tentu tidak hanya soal penyetoran dana atau pembelian instrumen, tapi juga pencairan reksadana itu sendiri. Tidak lucu, kan, kalau Xultan sudah sangat rajin top up dan membeli reksadana kalau ujungnya tidak bisa dicairkan? Untuk masalah kapan waktu yang tepat mencairkan reksadana, kembali lagi pada tujuan awal investasi. Kalau memang target sudah terpenuhi atau jatuh jangka waktunya, kamu bisa menarik investasi dan mengubahnya dalam bentuk cash. 

Saat ada perubahan pada reksadana itu sendiri

Kenny Rogers, penyanyi country Amerika Serikat, pernah berkata bahwa kunci sukses investasi reksadana adalah “mengetahui kapan harus menahannya dan kapan harus mencairkan.” Dalam hal ini, kamu tentu tahu bahwa reksadana adalah investasi dengan tujuan jangka panjang. Namun, tidak harus juga kamu menahan investasi saat terjadi pada reksadana itu sendiri.

Beberapa situasi perubahan akan menjadi peringatan untukmu waspada, siap mencairkan reksadana sebelum mendatangkan kerugian. Namun, kamu harus pelajari dulu situasi dan kondisinya. Contoh dari situasi perubahan tersebut antara lain adalah:

  1. Perubahan fund manager yang mengelola reksadana. Kamu harus awas terhadap imbal hasil reksadana setelah dikelola fund manager yang baru untuk menghindari kerugian. Bisa juga cek kinerjanya apakah meyakinkan atau tidak.
  2. Perubahan strategi investasi reksadana saat dikelola fund manager yang baru. Jika strategi investasi yang diterapkan berubah, mungkin akan menggeser tujuan utamanya. Hal ini bisa berdampak pada hasil investasimu.
  3. Kinerja reksadana yang konsisten ada di level rendah. Jika kinerja buruk berlangsung selama dua tahun, maka ada baiknya kamu mulai berpikir untuk mencairkan reksadana. Namun, jika kinerja buruk berlangsung selama satu tahun atau beberapa bulan saja, ini berarti akibat fluktuasi pasar dan jangan terburu mencairkan.
  4. Reksadana menjadi sangat besar. Jika seperti ini, maka pemindahan aset ke dalam portofolio tidak bisa dilakukan secara efektif. Hal ini akan mengaburkan kinerjanya.

Saat ada perubahan pada portofolio kamu

Selain karena perubahan pada reksadana itu sendiri, perubahan pada portofoliomu juga bisa menjadi alasan atau waktu kapan harus mencairkan reksadana. Saat kamu ingin memindahkan modal investasi ke portofolio yang lebih sesuai, kamu bisa mencairkan reksadana, kemudian menginvestasikannya ke yang baru.

Dua kemungkinan alasan yang bisa membuatmu harus mencairkan reksadana:

  1. Kebutuhan untuk menyeimbangkan portofolio. Dalam hal ini, kamu mungkin harus membeli atau menjual reksadana agar portofolio kembali seimbang. Begitu juga saat tujuan investasimu berubah. Kamu harus memikirkan kembali portofolio yang sudah dimiliki.
  2. Membutuhkan pengurangan pajak. Hal ini terjadi ketika kamu mengetahui investasi yang dilakukan mengalami kerugian signifikan, di mana kamu harus mencairkan reksadana untuk menutup kerugian dengan keuntungan yang didapat.

Saat tujuan investasi sudah tercapai

Waktu yang paling tepat dan paling menyenangkan untuk mencairkan reksadana tentu saja ketika tujuan investasi sudah tercapai. Jika tujuan awal investasi adalah untuk biaya pernikahan sebesar Rp100 juta dalam lima tahun, maka saat jumlah tercapai, kamu bisa mencairkan reksadana. Tidak masalah jika kamu masih investasi selama tiga atau empat tahun saja. Malah menguntungkan, bukan?

Karena sifat reksadana yang likuid, apalagi instrumen pasar uang, kamu bahkan bisa mencairkannya kapan pun dibutuhkan. Contoh, kamu tertimpa musibah berupa sakit atau bencana alam. Investasi reksadanamu bisa menjadi recovery dana untuk kejadian buruk tak terduga seperti ini. Tidak perlu tunggu lama untuk proses pencairan, maksimal hingga T+7 saja.

 

Reksadana pasar uang kini sangat banyak dipilih dan digemari generasi milenial maupun Gen Z. Modal awal yang super terjangkau, hanya Rp50 ribu saja, menjadi alasan mengapa reksadana kini bisa dilakukan oleh semua pihak. Adanya aplikasi investasi reksadana seperti Xsaver juga memudahkanmu memantau perkembangan reksadana kapan saja di mana saja. Kalau mau mencairkan reksadana juga tinggal pilih menu “Withdraw”. Simpel, aman, dan mudah. Download Xsaver di Google Play Store maupun App Store. Yuk, berinvestasi!