fbpx

Investasi Reksadana, Sudah Tahu Profil Risiko, Pilih yang Mana?

Investasi Reksadana, Sudah Tahu Profil Risiko, Pilih yang Mana?

Investasi reksadana biasanya dipilih berdasar profil risiko. Secara umum, ada tiga karakter investor berdasar profil risikonya: tipe konservatif, moderat, dan agresif. Tiap tipe profil risiko ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam berinvestasi. Sedangkan, memilih jenis reksadana tidak boleh sembarangan dan harus sesuai dengan profil risiko. 

Pada prinsipnya, semakin tinggi tingkat risiko yang dimiliki oleh seorang investor, semakin tinggi pula return atau keuntungan yang akan ia dapat dari investasi yang dilakukan. Ini karena tingkat risiko berbanding lurus dengan tingkat return (high risk high return). Namun, tidak semua investor masuk dalam tipe berani mengambil risiko tinggi untuk mendapat return yang besar. Sedangkan, tidak semua investor menginginkan return yang tinggi. Oleh sebab itu, mengetahui profil risiko wajib dilakukan sebelum memilih investasi reksadana. 

Tipe konservatif

Tipe konservatif sering pula disebut sebagai risk averse. Investor dengan tipe konservatif adalah mereka yang memiliki profil risiko rendah dan cenderung menghindari risiko yang tinggi. Dalam berinvestasi, tipe konservatif lebih menyukai instrumen investasi reksadana yang minim risiko dan aman. Investor tipe ini juga sering ketakutan jika modal awal berkurang. Mereka lebih senang dengan investasi yang hasilnya tidak terlalu besar, namun bergerak stabil. 

Oleh sebab itu, investor tipe konservatif disarankan untuk memilih investasi jangka panjang untuk mendapatkan return yang besar, karena mustahil mendapat banyak untung dalam waktu yang singkat. Investasi yang cocok untuk tipe konservatif adalah reksadana pasar uang. Jenis investasi ini dinilai cukup aman, stabil, dan menawarkan return yang pasti. Namun, tipe konservatif juga disarankan untuk memilih reksadana pendapatan tetap karena risikonya cukup rendah untuk jangka menengah dan panjang. 

Tipe moderat

Tipe yang satu ini adalah tipe investor dengan profil risiko sedang. Mereka seringnya lebih siap menerima pergerakan atau fluktuasi jangka pendek dengan mengharap keuntungan yang lebih besar dari inflasi. Mereka sudah paham dengan fluktuasi reksadana, namun tetap enggan jika kehilangan uang investasinya. 

Maka dari itu, jenis reksadana yang cocok untuk tipe moderat adalah reksadana campuran karena risikonya masih tergolong rendah. Meski demikian, reksadana campuran ini menjanjikan keuntungan yang sama besar dengan investasi jenis lain dan bisa jadi lebih besar daripada investasi reksadana pasar uang untuk tipe konservatif. 

Tipe agresif

Tipe agresif adalah mereka, para investor, yang sudah sangat siap mendapat return besar tetapi juga kerugian yang sama besarnya. Bisa dikatakan bahwa tipe agresif ini adalah a risk-taker yang berani menghadapi risiko besar untuk sesuatu yang sama besarnya. Tipe agresif bahkan siap kehilangan seluruh dana investasinya untuk return yang sama besarnya dengan modal investasinya. 

Dengan profilnya yang seorang risk-taker, investor tipe agresif cocok untuk memilih investasi reksadana saham. Ini karena reksadana saham menjanjikan return yang besar, tetapi juga risiko yang besar. Jika seorang investor berani mengambil reksadana saham, maka ia akan mendapat keuntungan yang besar. Tipe agresif ini juga cocok untuk terjun langsung ke trading saham hingga bisnis properti.

 

Nah, itu dia tiga tipe profil risiko investor yang melakukan investasi reksadana. Kalau kamu sudah tahu profil risikomu, kini saatnya kamu mengambil instrumen investasi sesuai dengan profil risiko. 

Namun, jika kamu belum mengetahui profil risiko, ada aplikasi reksadana online Xdana yang akan membantumu menentukan profil risiko. Aplikasi Xdana ini memiliki manajer investasi yang akan menemukan profil risiko sekaligus memberikan saran instrumen reksadana apa yang cocok untukmu. Saat kamu sudah tahu, kamu bisa langsung berinvestasi juga di Xdana. Mudah sekali, bukan? Yuk, download sekarang juga! 

 

Photo credit: Pexels