Indonesia Bakal Punya Kementerian Investasi, Benarkah?

Investasi, kementerian investasi

Indonesia Bakal Punya Kementerian Investasi, Benarkah?

Kementerian Investasi menjadi salah satu nomenklatur baru dalam Kabinet Indonesia Maju. Kementerian tersebut lebih tepatnya adalah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang berada di bawah pimpinan Luhut Binsar Panjaitan. Jika sebelumnya kementerian yang dipimpin oleh Luhut Binsar Panjaitan ini berfokus pada koordinasi bidang kemaritiman, maka dengan nomenklatur baru nantinya kementerian ini bertugas pula sebagai koordinator dalam berbagai hal yang berkaitan dengan investasi.

Presiden Joko Widodo menilai dibentuknya kementerian ini dalam rangka untuk mendorong investasi dan merealisasikan komitmen dalam bidang investasi.  Dengan demikian, nantinya kementerian ini juga bekerjasama dengan kementerian dan departemen maupun lembaga lainnya dalam rangka mencapai tujuan nasional yang telah digariskan. Khususnya dalam hal pembangunan maupun perekonomian nasional selama periode lima tahun mendatang. Kementerian Investasi dalam kabinet baru ini tidak lain adalah perkembangan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang dulunya dipimpin oleh Thomas Lembong. 

Fungsi dan Peran Penting

Banyak pihak menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam membentuk kementerian ini. Hal tersebut salah satunya dikemukakan oleh salah seorang ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal. Menurutnya, ini merupakan sebuah kemajuan. Melansir dari Liputan6.com, pasalnya di Indonesia saat ini masih membutuhkan investasi yang cukup besar. Terutama dari pihak swasta dengan jumlah fantastis, yakni minimal Rp35 ribu triliun. Tentu jumlah tersebut merupakan angka yang tidak kecil dalam membangun stabilitas perekonomian nasional guna menciptakan tujuan pembangunan nasional.

Kemudian, adanya kementerian ini akan membuat Indonesia mudah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah atau biasa disebut dengan middle-income trap. Nantinya, diharapkan jika hal tersebut perlahan tercapai maka Indonesia pun dapat naik kelas setara dengan negara maju lainnya di dunia. Namun, jika ini tidak tercapai maka Indonesia akan kembali ke masa stagnan yakni tetap berada di middle-income trap. Oleh karena itu, diharapkan menteri yang didapuk menangani Kementerian Investasi memiliki skill manajerial yang mumpuni dan mampu bekerja secara profesional dalam menjawab tantangan yang ada.

Kementerian Investasi Belum Tentu Selesaikan Masalah?

Di sisi lain, para pengamat ekonomi memiliki perspektif yang berbeda dalam menyikapi keberadaan Kementerian Investasi pada Kabinet Indonesia maju ini. Contohnya saja seperti dikemukakan oleh Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah. Menurutnya, adanya kementerian tersebut dirasa belum tentu menyelesaikan masalah. Mengingat, sebelumnya sudah ada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang fokus mengatasi masalah investasi.

Akan tetapi, di sisi lain dirinya juga menilai secara tujuan dibentuknya kementerian baru tersebut memang cukup baik. Namun dengan syarat dipimpin oleh seseorang yang mampu menguasai mengenai aspek investasi. Sebab saat ini, pertumbuhan ekonomi nasional masih stagnan dalam kisaran 5 persen saja.

 

Jadi, bagaimana kinerja Kementerian Investasi ini ke depannya akan sangat menarik untuk diikuti perkembangannya. Sebagai generasi muda, sudah seharusnya pula kita untuk lebih peduli terhadap persoalan mengenai perekonomian nasional. Bukankah begitu seharusnya?

 

Photo Credit: The Blue Diamond Gallery