fbpx

Harga Sembako Naik Saat Ramadan? 5 Solusi Hemat buat Kamu

Harga Sembako Naik Saat Ramadan? 5 Solusi Hemat buat Kamu

Harga Sembako Naik Saat Ramadan? 5 Solusi Hemat buat Kamu

Menjelang Ramadan, banyak teman muslim kita yang mungkin dipusingkan dengan harga sembako naik. Ini memang jadi sebuah ‘tradisi’ di mana semua bahan kebutuhan pokok melambung harganya saat bulan puasa tiba. Tapi yang memusingkan dari kenaikan harga sembako ini adalah soal pengeluaran. Kalau harga naik, artinya kamu harus menganggarkan lebih banyak uang. Padahal, bisa saja gaji yang dihasilkan segitu-gitu saja. Bagaimana solusi hemat untuk masalah ini?

Atur pos belanja

Dalam kondisi bagaimana pun, kamu tetap butuh sembako untuk bertahan hidup. Jadi, tidak ada opsi untuk tidak membeli bahan pokok ketika harga sembako naik. Akan tetapi, kamu bisa mengatur pengeluaran dan pos belanja agar kebutuhan sembako ini terpenuhi. Bagaimana caranya? Kurangi kebiasaan yang berhubungan dengan gaya hidup.

Kalau biasanya masih sering nongkrong di luar, pergi ke mall, nonton bioskop, beli camilan, dan es kopi, maka hal ini bisa dikurangi. Tenang, tidak harus berhenti sama sekali, kok, hanya mengurangi. Dengan begitu, tetap ada cukup anggaran untuk beli sembako.

Lakukan penghematan sederhana

Lakukan penghematan sederhana

Ada beberapa pengeluaran bulanan yang sebenarnya bisa sangat kamu hemat. Contohnya, mematikan lampu ketika siang hari, mematikan AC ketika tidak digunakan, dan mematikan televisi saat tidak ditonton. Efeknya, anggaran untuk bayar listrik bisa lebih murah. Sisa anggaran yang biasa digunakan untuk listrik, bisa dialihkan untuk beli sembako.

Buat daftar menu

Tahu, tidak, apa yang sebenarnya memberatkan pengeluaran di saat harga sembako naik? Membeli bahan makanan berlebih yang sebenarnya tidak dibutuhkan! Hal ini bisa terjadi karena kamu tidak membuat daftar menu harian atau mingguan, sehingga saat belanja, kamu asal ambil semua barang. Merasa kamu seperti ini? Artinya kamu harus stop saat ini juga.

Cobalah membuat daftar menu buka puasa dan sahur untuk satu pekan ke depan. Tuliskan sedetail mungkin apa sayur dan lauk yang akan dimasak. Kemudian, break down bahan makanan apa yang dibutuhkan untuk memasak makanan tersebut, termasuk kuantitasnya. Dengan begitu, tidak ada lagi belanja banyak tapi tidak terpakai.

Bandingkan harga sembako

Bandingkan harga sembako

Meski naik, harga sembako di pasaran pasti tetap berbeda dari satu toko ke toko lain. Entah itu Rp1000 atau Rp2000, tetap saja ada penghematan yang bisa dilakukan. Kamu bisa, lho, cek dulu berapa harga sembako dari satu tempat dengan yang lain. Misalnya, harga 1 kg beras di pasar tradisional dekat rumah adalah Rp20 ribu. Sedangkan, harga 1 kg beras di supermarket luar perumahan adalah Rp22 ribu. Mana yang murah? Tentu saja dari pasar tradisional. Lakukan riset ini untuk bahan pokok apa pun.

Tanam sendiri bumbu dapur

Biasanya, harga sembako yang paling sering dikeluhkan kenaikan harganya adalah bumbu dapur, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, dan yang lainnya. Untuk menyiasati lonjakan harga, kamu bisa tanam sendiri bumbu-bumbu dapur yang sering dipakai masak. Manfaatkan taman belakang atau halaman depan yang masih kosong. Menanam bumbu dapur akan bermanfaat saat kamu mau menghemat pengeluaran.

Kalau tidak punya lahan, bagaimana? Kamu bisa pilih alternatif hidroponik. Ini adalah cara menanam dengan media air tanpa tanah. Menanam dengan hidroponik juga bisa pakai pot atau wadah lain. Kamu pun bisa gantungkan pot ini sebagai penghias rumah atau halaman depan.

 

Kalau kamu masih kesulitan juga menghadapi harga sembako naik, bisa andalkan investasi reksadana untuk menutupi semuanya. Imbal hasil reksadana itu di atas inflasi dan lebih besar dari deposito. Reksadana juga bisa dicairkan kapan saja. Jadi, kalau kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok dan belanja lain, bisa pakai imbal hasil reksadana. Pakai aplikasi Xsaver untuk investasi mulai dari Rp50 ribu saja!