fbpx

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Reksadana

Memulai reksa dana, reksa dana, investasi, investasi reksa dana

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Reksadana

Memulai reksadana bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk meraih kebebasan finansial. Jenis investasi satu ini sangat cocok bagi para investor pemula, apalagi instrumen investasi reksadana dikelola oleh seorang Manajer Investasi (MI). Jadi, bagi yang baru memulai reksadana, kamu tidak perlu terlalu sering memantau perkembangan instrumen investasi yang kamu pilih.

Walaupun begitu, bukan berarti kamu bisa lepas tangan begitu saja, Xultan. Ada sejumlah hal yang penting kamu perhatikan sebelum memulai reksadana. Cek beberapa di antaranya berikut ini! 

Sebelum memulai reksadana, pahami dulu istilah-istilahnya

Pada saat awal memulai reksadana, mungkin kamu akan merasa kagok atau menemui kesulitan karena belum terlalu familiar. Itulah kenapa sebelum itu, kamu perlu mempelajari istilah-istilah dalam investasi reksadana. Tidak perlu menghafal semuanya, pelajari saja beberapa yang paling sering muncul:

  • Manajer Investasi – pihak profesional yang bertugas mengelola dana investasi reksadana.
  • Prospektus – profil perusahaan dan laporan keuangan tahunan, bisa menjadi acuan kamu untuk menentukan investasi reksadana yang mau kamu pilih.
  • Portofolio efek – kumpulan unit penyertaan reksadana yang Anda pilih.
  • NAB – total jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksadana, idealnya mencakup saham, obligasi, kas, dan deposito.
  • NAB/UP – nilai aktiva per unit penyertaan, mengacu pada harga dan transaksi yang dilakukan berdasarkan nilai reksadana.
  • Bank kustodian – lembaga keuangan yang menjadi pengawas, administrator, dan penjaga aset dari dana yang diinvestasikan.

Tentukan tujuan kamu dalam berinvestasi

Untuk membantu kamu dalam memilih jenis reksadana yang tepat, kamu perlu menentukan tujuan terlebih dulu sebelum memulai reksadana. Coba tentukan dulu, nantinya kamu akan menggunakan dana investasi reksadana untuk apa. Ibarat lagi naik kendaraan, kamu harus tahu arah yang mau dituju agar kamu bisa merencanakan perjalanan dengan baik dan tidak tersesat.

Tujuan tiap investor reksadana tentu berbeda, tergantung kebutuhan masing-masing. Bisa untuk biaya pernikahan, nonton konser, liburan ke luar negeri, bayar uang muka rumah, meli mobil baru, atau mempersiapkan dana pensiun. Baru setelah itu kamu bisa menentukan jangka waktu investasi reksadana. Misalnya, untuk mempersiapkan dana pensiun, pilihlah reksadana jangka panjang. Beda lagi kalau kamu mau nonton konser tahun depan, maka reksadana jangka pendek lebih tepat. 

Ketahui dulu profil risiko kamu

Jangan langsung buru-buru memilih instrumen investasi reksadana, Xultan! Kamu juga perlu mengenali profil risiko terlebih dulu sebelum memulai reksadana. Profil risiko menggambarkan tingkat toleransi kamu terhadap risiko investasi. Memegang prinsip high risk high return, semakin tinggi risiko yang bisa kamu toleransi, maka semakin besar pula potensi keuntungan yang bisa kamu dapat. Nah, di dunia investasi, setidaknya ada tiga tipe profil risiko yang perlu kamu kenali, yaitu:

  • Tipe konservatif – cenderung menghindari risiko dan bermain aman, cocok memilih reksadana pasar uang seperti Xdana yang bisa diakses melalui aplikasi smartphone. Hanya dengan modal awal Rp50.000, kamu sudah bisa memulai reksadana!
  • Tipe moderat – sudah paham bahwa investasi bersifat fluktuatif, tetapi tidak mau mengambil risiko uang hilang sama sekali saat berinvestasi. Reksadana campuran bisa menjadi pilihan tepat.
  • Tipe agresif – paling siap menghadapi seluruh risiko dalam berinvestasi dan jika sewaktu-waktu harus kehilangan uang dalam jumlah banyak. Cocok memilih reksadana saham yang fluktuasinya cukup tinggi.

Pilih penyedia reksadana yang tepercaya

Walaupun sudah mantap menentukan jenis reksadana yang bakal kamu pilih sesuai tujuan, jangan langsung asal memilih penyedia layanan investasi reksadana. Lakukan riset kecil-kecilan dan cari tahu track record perusahaan. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan penyedia reksadana benar-benar aman dan tepercaya.

Namun, tenang saja, kamu tidak perlu khawatir kalau memulai reksadana di Xdana. Pengelolaan reksadana Xdana telah diawasi dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak cuma itu, Xdana juga sudah mengantongi sertifikasi penasihat investasi sehingga kualitas produk dan layanannya pun terjamin.

 

Selain keempat hal di atas, kedisiplinan juga penting kamu perhatikan saat memulai reksadana. Berkomitmenlah menyisihkan sebagian gaji tiap bulannya untuk dialokasikan ke investasi reksadana. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan potensi keuntungan secara optimal. Selamat menikmati keuntungan reksadana!

 

 

Photo Credit: Pxhere