fbpx

Do’s and Don’ts Sebelum Membeli Reksadana

Do’s and Don’ts Sebelum Membeli Reksadana

Investasi reksadana merupakan proses menanamkan modal dengan mengharap imbal hasil maksimal. Dana yang diinvestasikan akan dikelola oleh manajer investasi dalam bentuk surat berharga seperti saham, surat utang jangka pendek, dan yang lainnya. Agar investasi reksadana yang kamu lakukan ini bisa maksimal, sebaiknya kamu cari tahu do’s and don’ts ketika membeli reksadana.

Do’s 

  • Menentukan tujuan investasi

 

Seperti saat memesan ojek online untuk bepergian, kamu harus tahu dulu ke mana arah dan tujuannya. Akan sangat konyol jika kamu memesan ojek tanpa tahu tujuan. Begitu juga dengan investasi, kamu harus tahu dulu apa tujuanmu. Apakah itu untuk beli rumah, dana pendidikan anak, persiapan pensiun, dana liburan, atau dana darurat.

Setelah kamu tahu apa tujuanmu, kamu bisa tentukan jangka waktu investasi beserta dengan jenis investasi yang akan dipilih. Misalnya, untuk jangka pendek dana liburan atau dana darurat yang bisa setiap saat diambil, kamu bisa pilih reksadana pasar uang. Untuk jangka panjang, bisa pilih saham.

 

 

Setiap investor yang akan mulai membeli reksadana pertamanya, sebaiknya cari tahu dulu apa profil risikonya. Sebab, profil risiko akan banyak menentukan jenis investasi yang cocok. Jika kamu berinvestasi tanpa tahu apa profil risikomu, maka hal ini bisa menimbulkan kerugian.

Profil risiko menunjukkan seberapa besar kamu bisa menerima risiko kerugian. Sebab, tidak mungkin ada investasi yang tanpa risiko sama sekali. Semakin tinggi tingkat risiko yang bisa kamu tanggung, semakin besar imbal hasil yang didapat.  Begitu juga dengan sebaliknya. Secara umum, profil risiko ini terbagi menjadi tiga: konservatif, moderat, dan agresif, di mana konservatif adalah profil risiko terendah.

 

 

Prospektus adalah dokumen yang berisi portofolio kinerja investasi selama beberapa tahun ke belakang. Di dalamnya, terdapat pula informasi mengenai manajer investasi yang akan mengelola modal investasi kamu. Lalu, ada pula informasi terkait bank kustodian, kebijakan privasi, jumlah dana kelolaan, prosedur pencairan reksadana, dan sebagainya. Kamu bisa mendapat prospektus ini ketika akan mulai investasi di aplikasi Xsaver.

Don’ts

  • Menggunakan rekening orang lain

 

Setiap calon nasabah baru akan diminta informasi soal data pribadi, termasuk pula nama dan nomor rekening. Ini dimaksudkan agar Xdana tahu bahwa nama nasabah yang mendaftar di aplikasi Xsaver, sama dengan yang namanya tercantum di dalam rekening. Jika nama nasabah dan nama rekening berbeda, maka akan terdapat masalah saat membeli reksadana maupun mencairkannya.

Bila kamu tetap menggunakan rekening orang lain, maka saat transaksi pembelian maupun penjualan akan eror. Instruksi yang kamu masukkan dalam aplikasi secara otomatis ditolak karena dianggap menyalahi aturan oleh Bank Kustodian.

 

 

Di awal tadi, sudah disebutkan bahwa kamu harus tahu dulu apa profil risiko investasimu. Apakah kamu termasuk yang kuat dengan risiko tinggi atau tidak. Setelah diketahui profil risiko, kamu bisa membeli reksadana dan berinvestasi sesuai dengan profil risiko tersebut.

Masalahnya, kalau kamu berinvestasi melebihi profil risiko, misal profil risiko konservatif mencoba investasi risiko agresif, hal ini akan merugikan dirimu sendiri. Tipe konservatif cenderung menghindari risiko kerugian, sedangkan tipe agresif lebih berani dengan risiko. Kalau tipe penghindar risiko malah mendatangi risiko, kamu bisa bayangkan sendiri apa yang akan terjadi.

 

 

Yang namanya investasi, meskipun judulnya jangka pendek, bukan berarti kamu biasa cairkan setelah satu atau dua bulan saja. Investasi jangka pendek maksudnya adalah investasi dengan waktu kurang dari tiga tahun. Kalau kamu cairkan investasi setelah satu atau dua bulan saja, maka imbal hasil yang dirasakan tidak akan maksimal.

Jadi, meski misalnya pasar uang menunjukkan perkembangan yang baik setelah kamu investasi dua bulan, jangan terburu-buru mencairkan reksadana, karena bisa jadi beberapa bulan ke depan imbal hasil atau return-nya akan lebih besar.

 

Sebelum kamu membeli reksadana pertamamu, memang sebaiknya ketahui dulu apa yang harus dilakukan dan dihindari untuk mengurangi risiko kerugian investasi. Dengan begitu, kamu bisa cuan banyak dan mewujudkan tujuan finansialmu. Jangan lupa, kalau mau investasi, pakai Xsaver dari Xdana!