fbpx

Cara Bijak Mengelola Reksadana yang Perlu Kamu Ketahui

Reksa dana, mengelola reksa dana

Cara Bijak Mengelola Reksadana yang Perlu Kamu Ketahui

Demi memenuhi kebutuhan di masa depan, menabung saja sebetulnya belum cukup mengingat nilai uang yang bisa saja tergerus oleh tingkat inflasi per tahun. Di sinilah investasi bisa membantu kamu, Xultan. Namun, investasi kerap dianggap sebagai sesuatu yang sulit, terutama oleh pemula. Untungnya, saat ini sudah ada investasi reksadana yang begitu mudah dijalani, apalagi reksadana memiliki Manajer Investasi (MI) yang akan membantu mengelola portofolio kamu.

Walaupun begitu, bukan berarti kamu bisa berdiam diri. Tetap dibutuhkan tips-tips khusus mengelola reksadana agar investasi tersebut bisa memberikan potensi keuntungan maksimal sekaligus meminimalisir risiko. Ini dia beberapa caranya!

Tetapkan tujuan dan jangka waktu investasi

Ibarat mau pergi traveling, kamu harus tahu destinasi yang akan dituju. Dengan begitu, kamu bisa mempersiapkan perjalanan dengan baik. Sama halnya dengan mengelola reksadana, kamu pun harus memiliki tujuan. Bisa untuk biaya sekolah anak, liburan bareng keluarga, beli rumah, atau nonton konser. Adanya tujuan akan membantu kamu menentukan instrumen investasi reksadana terbaik.

Setelah tujuan, kamu juga perlu menentukan jangka waktu untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya, kamu berencana membeli laptop baru dalam waktu dekat. Untuk itu, kamu bisa mengelola reksadana dengan jangka waktu setahun saja. Beda lagi jika misalnya kamu berinvestasi reksadana untuk menyiapkan dana pensiun, sebaiknya pilihlah instrumen investasi yang jangka waktunya panjang atau biasanya di atas lima tahun.

Sesuaikan dengan profil risiko kamu

Agar bisa mengelola reksadana secara optimal, kamu sebagai investor juga perlu mengenali profil risiko sebelum mulai berinvestasi. Di dunia investasi, umumnya profil risiko ini terbagi menjadi tiga tipe yang perlu kamu kenali, yaitu konservatif (risk averse), moderat (sedang), dan agresif.

Kalau kamu cenderung bermain aman dan menghindari risiko, kemungkinan besar kamu termasuk tipe konservatif. Profil risiko tipe ini cocok dengan reksadana pasar uang yang fluktuasinya tidak begitu tinggi. Contohnya seperti reksadana pasar uang Xsaver yang bisa diakses melalui aplikasi mobile di smartphone kamu. 

Beda lagi dengan tipe moderat yang sebetulnya sudah paham bahwa investasi, termasuk reksadana, bersifat fluktuatif. Namun, ia tetap tidak mau mengambil risiko uangnya hilang total saat berinvestasi. Untuk tipe ini, reksadana campuran bisa menjadi pilihan tepat. Sedangkan, tipe agresif bisa dibilang yang paling nekat karena ia siap menghadapi seluruh risiko, bahkan jika seandainya harus kehilangan uang dalam jumlah banyak. Kamu dengan profil risiko ini cocok memilih reksadana pasar saham.

Pelajari prospektus reksadana

Memang idealnya kamu akan dibantu oleh seorang Manajer Investasi untuk mengelola reksadana. Namun, bukan berarti kamu harus berdiam diri. Sebagai investor, kamu tetap dianjurkan untuk memahami prospektus, yaitu semacam buku manual untuk berinvestasi reksadana. Seluruh informasi yang kamu butuhkan tentang reksadana bisa ditemukan di prospektus, mulai dari kebijakan investasi, tata cara pembelian dan penjualan reksadana, hingga perizinan.

Jangan khawatir jika kamu merasa kesulitan memahami isi prospektus. Kamu bisa bertanya kepada Manajer Investasi untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Jangan sampai hanya karena minim informasi, kamu tidak bisa mengelola reksadana dengan baik sehingga hasil yang didapatkan pun kurang maksimal.

Diversifikasi itu penting!

Jangan meletakkan seluruh uang kamu di satu instrumen reksadana saja. Ingat, yang namanya investasi pasti memiliki risiko. Kalau seandainya kamu mengalokasikan seluruh uang di satu instrumen, lalu ternyata instrumen reksadana tersebut mengalami penurunan nilai, kamu akan rugi total. Itulah kenapa penting melakukan diversifikasi untuk mengelola reksadana. 

Diversifikasi artinya membagi uang kamu ke beberapa instrumen investasi reksadana sekaligus. Misalnya, bisa dengan membagi 50% uang ke instrumen saham, 30% obligasi, dan 20% deposito. Dengan begini, jika seandainya ada instrumen investasi yang mengalami penurunan nilai atau kerugian, kamu masih bisa mengandalkan instrumen lain untuk mendapatkan potensi keuntungan optimal.

 

Reksadana memang dapat menjadi jenis investasi yang cocok untuk pemula, tetapi kamu tetap harus memahami cara mengelola reksadana secara tepat agar kamu bisa mendapatkan potensi keuntungan yang maksimal. Keempat cara di atas bisa coba kamu terapkan. Semoga bermanfaat!

 

Photo Credit: Pexels