fbpx

Benarkah Dompet Digital Penyebab Keuangan Boros?

Benarkah Dompet Digital Penyebab Keuangan Boros?

Benarkah Dompet Digital Penyebab Keuangan Boros?

Transaksi keuangan dengan dompet digital di Indonesia sepertinya semakin berkembang, Xultan. Hingga tahun 2019, nilai pasar dompet digital nasional tercatat mencapai angka US$1,5 miliar. Jumlah tersebut bahkan diprediksi tumbuh enam belas kali lipat dalam tiga tahun mendatang. Hal tersebut tidak terlepas dari karakter dompet digital yang begitu praktis digunakan.

Di sisi lain, faktor kepraktisan tersebut juga berpotensi menjadi penyebab keuangan boros. Apalagi para penyedia dompet digital berlomba-lomba memberikan promo menarik untuk pelanggan, sehingga semakin menggoda pelanggan untuk terus berbelanja. Kalau sudah begini, apakah benar bahwa dompet digital menjadi penyebab keuangan boros?

Dompet digital mempermudah transaksi keuangan

Dompet digital mempermudah transaksi keuangan

Dompet digital termasuk salah satu alat untuk melakukan transaksi non tunai, yang sebetulnya dilakukan sudah cukup lama di Indonesia. Sebelumnya, transaksi non tunai lebih banyak dilakukan melalui transfer antar rekening bank. Mengingat regulasi yang cukup ketat, alur transaksi pun relatif lama. Belum lagi adanya biaya transaksi, yang saat ini berkisar antara Rp3.000 sampai Rp6.500. Jadi, ketika dompet digital muncul, tidak heran kalau orang-orang menyambut positif.

Apalagi memang penggunaan dompet digital ini begitu praktis, Xultan. Umumnya, kamu cuma perlu install aplikasi dompet digital pada smartphone. Setelah registrasi akun dan melakukan verifikasi, kamu bisa top up saldo ke dompet digital dan melakukan transaksi. Bahkan saat ini, jenis transaksinya pun semakin beragam. Tidak hanya untuk belanja online, tapi juga bisa untuk membayar tagihan bulanan hingga membayar di offline merchant.

Nah, di sinilah dompet digital bisa berpotensi menjadi penyebab keuangan boros. Demi meningkatkan penggunaan dompet digital, biasanya perusahaan penyedia bakal gencar bekerja sama dengan banyak merchant untuk memberikan promo berupa diskon, cashback, atau lainnya. Tergiur dengan berbagai promo tersebut, kamu pun jadi ingin melakukan transaksi. Apalagi cara pakai dompet digital juga mudah, kan? Alhasil, tanpa disadari, saldo dompet digital jadi cepat habis.

Semua tergantung dari cara mengatur keuangan

Dengan kata lain, kurang tepat rasanya kalau dompet digital disebut sebagai penyebab keuangan boros. Dompet digital hanya merupakan sebuah alat pembayaran. Pemakaiannya tergantung pada individu masing-masing. Bahkan pada dasarnya, dompet digital itu mirip seperti dompet biasa, kok. Kalau dompet biasa berisi uang fisik, maka dompet digital berisi saldo. Boros atau tidaknya pemakaian saldo dompet digital kembali lagi pada cara kamu dalam mengatur keuangan.

Sebaiknya, tetapkan bujet khusus untuk transaksi menggunakan dompet digital. Misalnya, kamu mengalokasikan dana Rp500 ribu per bulan untuk dimasukkan ke saldo dompet digital. Jika seandainya saldo tersebut sudah habis sebelum bulan berakhir, maka kamu tidak boleh menambah saldonya dari pos keuangan lain. Tentunya dibutuhkan kontrol diri yang baik agar kamu tidak mudah tergoda.

Di samping itu, catat pula setiap transaksi dompet digital. Pada akhir bulan, buka kembali catatan tersebut. Dari sini, kamu bisa tahu ke mana saldo dompet digital paling banyak digunakan. Jadi, kalau ada pengeluaran yang sebetulnya tidak terlalu penting, kamu bisa memangkasnya pada bulan berikutnya.

Yuk, manfaatkan dompet digital untuk investasi!

Yuk, manfaatkan dompet digital untuk investasi!

Dompet digital mungkin identik dengan aktivitas belanja atau mengeluarkan uang. Itulah kenapa ia dianggap sebagai penyebab keuangan boros. Padahal, kamu juga bisa menggunakan saldo dompet digital untuk berinvestasi, lho. Memang, belum semua penyedia dompet digital menawarkan fitur ini. Namun, kalau menggunakan dompet digital DANA, kamu bisa berinvestasi reksadana pasar uang melalui aplikasi Xsaver.

Caranya gampang banget, Xultan. Download dulu aplikasi Xsaver dari Google PlayStore atau App Store di smartphone kamu. Lakukan registrasi akun dan verifikasi email, lalu masuk ke menu Top Up dalam aplikasi Xsaver. Nah, setelahnya langsung saja pilih DANA sebagai opsi untuk top up saldo investasi. Begitu ada notifikasi bahwa top up berhasil, kamu bisa langsung mulai transaksi investasi reksadana kamu. Gampang banget, kan?

 

Jadi, kurang tepat untuk menyebut bahwa dompet digital merupakan penyebab keuangan boros. Semua kembali lagi pada kontrol penggunaannya, yang masih terkait dengan cara kamu dalam mengatur keuangan. Kalau mau lebih hemat, sih, kamu bisa memanfaatkan saldo dompet digital untuk investasi. Uang kamu jadi bertambah, deh!