fbpx

Asuransi dan Investasi: Bedanya Apa Saja, Sih?

Asuransi dan Investasi: Bedanya Apa Saja, Sih?

Asuransi dan Investasi: Bedanya Apa Saja, Sih?

Masyarakat Indonesia sudah sejak lama terbiasa dengan produk perbankan konvensional, seperti tabungan. Mereka juga terbiasa memahami bahwa uang yang ditabungkan melalui produk perbankan akan mendapatkan hasil berupa bunga. Sehingga, masyarakat pun salah persepsi antara asuransi dan investasi.

Masih banyak yang berpikir bahwa asuransi maupun investasi adalah hal yang sama dengan tabungan di bank. Intinya mengeluarkan uang untuk diserahkan ke suatu pihak dan bisa menikmati hasilnya di akhir. Padahal, keduanya sama sekali berbeda.

Perbedaan 1: tujuan keuangan

Perbedaan 1: tujuan keuangan

Perbedaan mencolok antara asuransi dan investasi adalah pada tujuan keuangan utamanya. Asuransi memiliki tujuan utama sebagai bentuk proteksi atau perlindungan yang dilakukan ketika ada hal-hal buruk terjadi/risiko. Dana yang sudah kamu tabungkan atau setorkan kepada pihak asuransi, akan cair atau bisa dimanfaatkan hanya ketika faktor risiko terjadi. Beberapa contoh faktor risiko asuransi antara lain adalah kecelakaan, meninggal, penyakit kritis, dan perawatan kesehatan.

Sedangkan, tujuan utama dari investasi adalah untuk mengembangkan aset atau dana yang diinvestasikan. Dengan begitu, ketika dana atau aset ini berkembang, bisa digunakan untuk mencapai tujuan keuangan. Contohnya saja investasi untuk biaya nikah, naik haji, S2/S3, beli mobil, dana pensiun, modal traveling, dan yang lainnya. Kamu bisa kapan saja menikmati dana investasi tanpa harus menunggu adanya faktor risiko.

Perbedaan 2: tingkat risiko

Asuransi dan investasi juga memiliki perbedaan pada tingkat risiko. Asuransi memiliki risiko yang pasti atau terjamin. Dana yang kamu asuransikan jumlahnya tidak akan berkurang, justru bertambah seiring waktu berjalan. Yang perlu kamu kendalikan atau kontrol adalah faktor risiko yang bisa terjadi. Kamu hanya harus kelola dana investasi dan mengendalikan faktor risiko agar jika saat itu terjadi, keuangan tidak terpuruk.

Di sisi lain, investasi memiliki tingkat risiko yang tidak pasti. Modal yang kamu investasikan bisa sangat fluktuatif, naik dan turun seiring dengan kondisi pasar pada saat itu. Keuntungan investasi ini disebut juga dengan return, di mana return dihitung berdasarkan suku bunga acuan setiap harinya. Oleh sebab itu, bisa suatu waktu kamu mendapat return yang besar, dan lain waktu return tersebut berkurang atau menurun.

Perbedaan 3: hasil yang didapat

Perbedaan 3: hasil yang didapat

Baik asuransi maupun investasi memang sama-sama mendatangkan keuntungan, yang berbeda adalah bentuk dari hasil yang didapat. Hasil dari asuransi adalah proteksi atau perlindungan yang bisa dinikmati. Misalnya pada asuransi jiwa, hasil yang bisa digunakan adalah uang pertanggungan (UP). Jika kamu meninggal, UP dapat dimanfaatkan keluarga untuk melanjutkan hidup. Sedangkan untuk asuransi kesehatan, kamu bisa mendapat hasilnya ketika harus rawat inap, di mana biaya perawatan diganti dari asuransi.

Tidak demikian halnya dengan investasi. Hasil dari investasinya berupa aset terlihat yang nilainya bisa naik dan turun sesuai dengan kondisi pasar. Kamu bisa mengontrol nilai aset ini dengan menambah atau menjual jumlahnya. Di mana untuk menikmati hasil, tinggal dicairkan saja ke dalam bentuk uang cash. 

Perbedaan 4: fleksibilitas dana 

Seperti yang sudah disinggung sedikit tadi di atas, kamu bisa menggunakan hasil asuransi hanya ketika faktor risiko muncul. Istilahnya, kamu harus sakit atau dirawat di rumah sakit terlebih dulu kalau ingin dana asuransi bisa cair dan dimanfaatkan. Bentuk hasilnya pun tidak selalu bisa dinikmati untuk hal lain karena sudah pasti akan digunakan untuk penggantian biaya obat.

Sedangkan, investasi bisa kamu cairkan kapan saja, tidak harus menunggu ada risiko yang terjadi. Sebagai contoh, kamu punya tujuan keuangan menikah dua tahun lagi dengan modal yang dibutuhkan Rp100 juta. Jika saja sebelum dua tahun biaya ini sudah terkumpul, kamu bisa cairkan agar segera bisa digunakan. Kelebihan dana pun bisa dialokasikan untuk tujuan lain.

 

Asuransi dan investasi memang berbeda dalam beberapa hal. Dua-duanya sama-sama menguntungkan jika memang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Namun, kalau ingin punya dana yang siap dicairkan kapan saja, imbal hasil yang lebih besar dari tabungan konvensional, dengan minimal biaya setor yang terjangkau, bisa pilih investasi. Mulai investasi reksadana kamu sekarang juga dengan download aplikasi Xsaver di Google Play Store maupun App Store!