fbpx

Apa Itu Bank Kustodian dan Peran dalam Reksadana?

Apa Itu Bank Kustodian dan Peran dalam Reksadana?

Dalam hal berinvestasi, khususnya reksadana, kamu tentu akan berdekatan dan berurusan dengan bank kustodian. Bank ini memang menjadi salah satu bagian investasi reksadana yang tidak terpisahkan. Tanpa adanya kustodian, bisa saja investasi reksadana tidak akan berjalan dengan lancar. Tanpa adanya kustodian juga, investasimu tidak akan pernah bisa dilakukan. Melihat betapa vitalnya peran bank kustodian, simak penjelasan lengkap mengenai bank ini dan perannya dalam investasi reksadana.

Pengertian bank kustodian

Secara singkat, bank kustodian adalah pihak yang bekerja sama dengan manajer investasi untuk menyimpan modal reksadana para investor. Modal ini berarti seluruh aset yang diinvestasikan oleh investor, termasuk di antaranya semua jenis sekuritas, obligasi, saham, dan yang lainnya.

Bank ini bertanggung jawab untuk mengurus segala proses investasi investor, mulai dari administrasi, mengawasi prosesnya, dan menjaga aset reksadana yang kamu miliki. Mudahnya, bank kustodian adalah ‘wadah’ bagi aset kekayaan investasi reksadana.

Kustodian juga merupakan pihak atau perusahaan yang sudah diberikan izin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ikut serta dalam hal investasi. OJK memberikan tugas kustodian sebagai lembaga penyimpanan aset reksadana. Seluruh dana investor yang disetorkan untuk reksadana, akan ditransfer dan ditempatkan di kustodian.

Tak hanya itu saja, kustodian juga harus mengantongi izin dari Bank Indonesia sebagai bank yang bertanggung jawab untuk menyimpan aset investasi reksadana para investor.

Peran dan tanggung jawab bank kustodian

Mengingat kustodian adalah bagian vital dari proses investasi reksadana, perusahaan atau lembaga ini memiliki tanggung jawab yang tidak main-main, Ia adalah wadah atau tempat seluruh investor menaruh modalnya, untuk kemudian diambil keuntungan di masa depan. Oleh sebab itu, ada banyak peran dan tanggung jawab bank kustodian seperti yang ada di bawah ini:

 

  • Menangani seluruh proses administrasi terkait investasi reksadana, seperti menyimpan semua sertifikat, aset, dokumen yang digunakan dalam proses investasi.
  • Melakukan administrasi pengelolaan manajer investasi, seperti mencatat jual beli obligasi, saham, pasar uang, penempatan deposito, dan yang lainnya,
  • Bertanggung jawab atas administrasi yang berhubungan dengan investor, seperti pengurusan surat konfirmasi jual beli, perhitungan unit, pengalihan, dan pengiriman laporan.
  • Ikut aktif dan berperan dalam menjaga, serta mengawasi seluruh aktivitas yang dilakukan oleh manajer investasi rekanannya.
  • Menyimpan dan mengamankan modal investasi reksadana yang dimiliki oleh seluruh investor.

 

Hubungan kustodian dan manajer investasi 

Dalam hal mengelola investasi reksadana, kustodian akan selalu bekerja sama dengan manajer investasi. Bedanya, jika bank kustodian memiliki hak dan tanggung jawab untuk menyimpan aset investasi, manajer investasi hanya berperan sebagai pihak yang mengelola dana berupa instrumen investasi dan kas. Dalam hal ini, manajer investasi juga berada di bawah pengawasan bank kustodian.

Jika saja manajer investasi melakukan penyelewengan dana atau melakukan pengelolaan yang menyalahi aturan, maka kustodian berhak untuk memperingatkannya. Bahkan, jika manajer investasi tidak menghiraukan peringatan dari kustodian, bank kustodian berhak untuk membawa masalah ini ke OJK. Oleh sebab itu, untuk menghindari konflik kepentingan, bank kustodian dan manajer investasi hendaknya dari perusahaan yang berbeda.

Beberapa contoh kustodian di Indonesia 

Sebagai lembaga yang memiliki wewenang untuk menyimpan aset investasi reksadana, kustodian akan mendapatkan fee sebesar 0.1% hingga 0.25% per tahun, dari dana yang dititipkan. Ini bisa berarti imbal jasa yang digunakan kembali oleh kustodian sebagai modal operasional.

Di Indonesia sendiri, terdapat kurang lebih dua puluh empat kustodian yang beroperasi sebagai pihak penyimpan dana dan aset investasi. Di antaranya ada Bank Central Asia Tbk. PT, Bank CIMB Niaga Tbk., PT, Citibank, N.A, Bank Danamon Indonesia Tbk, PT, PT Bank DBS Indonesia, dan masih banyak yang lainnya.

 

Kini, kamu tentu sudah lebih paham, bukan, mengenai apa itu fungsi bank kustodian dan perannya? Sekarang, saatnya kamu menjadi investor yang menyiapkan dana untuk keperluan di masa depan. Investasi zaman sekarang mudah sekali, lho! Kamu cukup unduh aplikasi investasi reksadana online Xsaver dan berinvestasi mulai dari Rp50.000 saja. Xsaver sudah resmi terdaftar dan diawasi langsung oleh OJK.

 

Photo credit: Freepik