fbpx

6 Rencana Keuangan untuk Menghadapi Krisis Karena Pandemi Wabah

6 Rencana Keuangan untuk Menghadapi Krisis Karena Pandemi Wabah

6 Rencana Keuangan untuk Menghadapi Krisis Karena Pandemi Wabah

Adanya wabah virus corona sudah pasti menghambat pekerjaan dan penghasilan. Banyak yang mengeluhkan menurunnya pendapatan karena kegiatan di luar ruangan dibatasi. Rencana keuangan menghadapi krisis pun mau tidak mau harus segera diterapkan untuk menekan risiko finansial yang besar. Seperti apa rencana finansial saat krisis seperti ini?

Hitung ulang semua sumber penghasilan

Kebijakan work from home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah pasti sangat berdampak pada take home pay atau gaji per bulan. Karyawan yang mendapat gaji rutin per bulan saja banyak yang mengalami pengurangan hingga 50%, apalagi pekerja lepas dan pekerja mandiri yang pendapatannya dihitung per hari. Maka dari itu, kalau kamu termasuk karyawan yang mendapat gaji per bulan, rencana keuangan menghadapi krisis yang bisa kamu lakukan adalah membagi gaji ke tiga pos; living, saving, playing. 

Atur rencana pengeluaran rumah tangga

Bekerja dari rumah bukan berarti pengeluaran makin berkurang. Budget untuk transportasi memang tidak dibutuhkan, tapi kamu bakal lebih butuh budget untuk tagihan listrik, air, dan internet. Atur ulang rencana pengeluaran rumah tangga. Dahulukan untuk kebutuhan pokok tiap hari, namun jangan panic buying. Kalau budget living tidak mencukupi, kamu bisa ambil dari playing. Boleh ikut kegiatan donasi, namun sesuaikan dengan kemampuan finansial.

Siapkan dana darurat

Siapkan dana darurat

Dalam kondisi ada wabah, dana darurat harus masuk ke rencana keuangan menghadapi krisis. Hindari dulu spekulasi demi mengharap keuntungan di masa depan saat kas tidak memadai. Di situasi seperti ini, lebih baik kamu mencukupkan dana darurat, hingga misalnya dua belas kali pengeluaran rutin tiap bulan. Apalagi kalau kamu punya tanggungan dan bukan karyawan dengan gaji tetap tiap bulan. Sisihkan dana darurat ini pada tabungan yang berbeda agar tidak tercampur dengan dana lainnya.

Jual barang tersier

Saat kondisi makin sulit dan penghasilan tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka menjual barang tersier dan jarang dipakai adalah opsi menguntungkan. Hasil dari penjualan barang-barang ini bisa menambah bujet dana darurat yang akan mendukung kehidupan selama beberapa waktu ke depan. Namun, jadikan ini sebagai opsi terakhir saat kondisi sudah benar-benar tidak memungkinkan.

Manfaatkan aktivitas gratis

Selama masa krisis, ada baiknya kamu menghemat pengeluaran. Jika harus mengeluarkan uang, pastikan untuk membeli kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan, bukan barang hiburan. Manfaatkan waktu dengan mengikuti aktivitas gratis yang tidak perlu mengeluarkan uang. Misalnya kursus online bersertifikat gratis, video Youtube untuk menambah ilmu, video olahraga di rumah, podcast gratis, hingga baca buku yang belum sempat dibaca sebelumnya. Sisa cash flow bisa dipakai untuk investasi atau donasi.

Tunda pembelian dengan sistem cicilan 

Tunda pembelian dengan sistem cicilan 

Saat situasi sulit, jangan menambah beban pengeluaran dengan cicilan yang tidak perlu. Kamu mungkin sudah merencanakan mencicil tempat tinggal atau kendaraan, tapi saat ada wabah seperti ini, kita tidak tahu akan seperti apa perekonomian ke depannya. Kita juga tidak tahu apakah pendapatan yang kamu miliki saat ini bisa tetap stabil atau bahkan meningkat selama wabah masih terjadi. Jadi, lebih bijak jika menunda cicilan dan fokus pada pengeluaran untuk kebutuhan pokok. Nanti pasti ada saatnya, kok, situasi pulih dan kamu bisa beli hal yang kamu inginkan.

 

Menghemat pengeluaran dan memperbanyak persiapan dana darurat adalah rencana keuangan menghadapi krisis yang perlu kamu terapkan. Atur anggaran dan tetap cukupi kebutuhan pokok sampai pandemi ini berakhir. Jangan gegabah dan tetap tenang. Pantau situasi pasar agar kamu bisa atur portofolio investasi. Kalau mau mengalihkan aset ke reksadana pasar uang, bisa pakai aplikasi Xsaver!