fbpx

5 Tips Jitu Menemukan Manajer Investasi yang Tepat

5 Tips Jitu Menemukan Manajer Investasi yang Tepat

Menemukan manajer investasi (MI) yang tepat menjadi poin penting saat kamu memutuskan untuk memulai reksadana. Ia adalah pihak yang akan membantumu mengenali profil risiko sekaligus yang akan bertanggung jawab mengelola uang investasi reksadanamu. Untung ruginya kamu dalam berinvestasi salah satunya ditentukan oleh pilihan MI yang piawai dan andal dalam mengelola modal investasi. Oleh sebab itu, sangat penting untukmu menemukan seorang MI yang tepat. Berikut beberapa tipsnya!

Pengalaman di bidang investasi

Hal utama yang harus kamu pertimbangkan dari seorang manajer investasi adalah reputasi dan pengalaman kerja. Hal ini penting mengingat reputasi dan pengalaman kerja memengaruhi kualitas dari seorang MI. Seorang MI, dikatakan berkualitas dan berpengalaman apabila ia punya track record yang bagus dan telah berpengalaman setidaknya lima tahun kerja. 

Biasanya, MI yang berkualitas dan berpengalaman adalah mereka yang bernaung di perusahaan pengelola investasi. Mereka ini sudah terbiasa mengelola modal investor. Oleh sebab itu, kamu bisa mengunjungi perusahaan MI yang menjadi cabang perusahaan internasional. Perusahaan seperti ini umumnya terpercaya dan tidak akan mempertaruhkan nama baiknya. 

Kinerja yang konsisten

Berhubungan dengan pengalaman kerja, kamu juga wajib mengecek kinerja seorang manajer investasi. Jika kinerjanya naik turun dan tidak stabil, kamu patut meragukan kemampuannya. Kamu bisa mengecek kinerjanya melalui portofolio hasil investasi yang pernah ia kelola. Portofolio ini bisa kamu minta saat mendaftar reksadana. Jika dalam portofolio tersebut ia pernah menghasilkan return yang sangat tinggi, namun di satu waktu gagal total mendapat keuntungan, lebih baik kamu mencari alternatif lainnya.  

Gaya berinvestasi

Gaya berinvestasi seorang manajer investasi akan sangat memengaruhi return yang kamu dapatkan. Ada seorang MI yang senang dengan return tinggi sehingga tidak ragu untuk mengambil risiko yang tinggi. Sebaliknya, ada MI yang senang dengan investasi stabil sehingga tidak mengharap return tinggi dan tidak mengambil risiko yang besar. Mana yang terbaik?

Sejujurnya, gaya berinvestasi tidak ada yang baik dan buruk. Jadi, kamu bisa sesuaikan saja profil risiko kamu dengan gaya investasi seorang MI ini. Kalau kamu tipe investor dengan profil risiko konservatif, maka pilihlah MI yang senang dengan investasi stabil dan minim risiko. Jika kamu tipe agresif, maka pilihlah MI yang senang return tinggi dan berani mengambil risiko. 

Pengecekan ke OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki daftar lengkap perusahaan investasi mana saja yang bermasalah. Ini karena OJK bertanggung jawab mengawasi dan mengatur masalah keuangan di Indonesia, termasuk reksadana. OJK akan rutin mengeluarkan siaran pers berisi informasi, imbauan, dan regulasi terkait reksadana. Oleh sebab itu, ketika kamu memilih manajer investasi pada suatu perusahaan, kamu wajib melakukan pengecekan terlebih dahulu ke OJK. 

Pengecekan ke Bapepam-LK

Di samping melakukan pengecekan ke OJK, kamu juga harus memastikan bahwa perusahaan tempat MI bernaung terdaftar di Bapepam-LK. Ini karena setiap perusahaan MIyang ada di Indonesia wajib terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sebagai syarat operasional perusahaan. Jika perusahaan MI tersebut tidak ada dalam daftar Bapepam-LK, maka kamu wajib memilih alternatif lainnya. Kamu bisa cek daftar MI yang sudah mendapat izin Bapepam-LK melalui situs website resminya. 

 

Mengingat peran manajer investasi yang sangat krusial saat berinvestasi reksadana, kamu harus pertimbangkan matang-matang segala aspek yang menyangkut kinerja dan legalitas seorang manajer keuangan. Dengan begitu, investasimu akan berkembang dan minim kerugian. 

Jika kamu tertarik investasi reksadana namun belum tahu harus mulai dari mana, download saja dulu aplikasi investasi reksadana online Xdana. Xdana sudah memiliki manajer investasi yang siap membimbing dari awal. Kamu juga bisa mulai investasi hanya dengan Rp50 ribu saja!

 

Photo credit: Pexels