fbpx

5 Tips Investasi Reksadana Sebelum Kamu Resmi Jadi Investor

5 Tips Investasi Reksadana Sebelum Kamu Resmi Jadi Investor

5 Tips Investasi Reksadana Sebelum Kamu Resmi Jadi Investor

Setiap orang tentu punya tujuan finansial masing-masing. Begitu juga dengan cara mencapainya. Ada yang memilih untuk menabung, membuka deposito, dan investasi. Kalau kamu memilih investasi untuk mewujudkan goals-goals kamu ke depan, maka itu adalah langkah yang tepat. Sebab, keuntungan investasi reksadana ini bisa lebih besar daripada tabungan dan deposito, namun dengan modal awal yang sangat murah. Nah, supaya bisa dapat untung yang maksimal, simak tips investasi reksadana berikut ini!

Tentukan apa tujuanmu berinvestasi

Tujuan investasi adalah langkah awal memulai investasi. Ini merupakan step penting yang bakal menentukan bagaimana investasimu ke depan. Kalau dari sini saja kamu sudah salah langkah, maka ke depannya bisa kacau. Ibaratnya, kamu mau pergi, tapi tidak tahu arah tujuan. Ujungnya hanya berputar tidak jelas.

Mari kita coba bagi kebutuhanmu dalam tiga jangka waktu ke depan: jangka pendek, menengah, dan panjang. Jangka pendek misalnya kamu mau jalan-jalan ke luar negeri, menikah, dan biaya persalinan. Jangka menengah kamu ingin beli kendaraan dan renovasi rumah. Sementara jangka panjang kamu ingin ibadah haji, persiapan dana pendidikan anak, dan dana pensiun. Setelah kamu tahu apa goals-mu dalam beberapa waktu ke depan, akan lebih mudah memilih reksadana mana yang tepat.

Jangka waktu
Tujuan Jangka pendek (1 tahun) Jangka menengah (3-5 tahun) Jangka panjang (lebih dari 5 tahun)
Jalan-jalan ke luar negeri Beli kendaraan Ibadah haji
Menikah Renovasi rumah Dana pendidikan anak
Biaya persalinan Dana pensiun

 

Memilih investasi reksadana yang tepat

Memilih investasi reksadana yang tepat

Setelah kamu tahu apa tujuan finansial yang mau dicapai, kini saatnya memilih investasi reksadana yang tepat. Ada empat jenis reksadana yang dikenal oleh masyarakat saat ini: reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Lalu, seperti apa tips investasi reksadana dengan memilih yang cocok sesuai tujuan investasi?

Kalau fokusmu ada pada tujuan jangka pendek, maka bisa pilih reksadana pasar uang yang minim risiko dengan tingkat pengembalian yang cepat serta menguntungkan. Kalau fokusmu jangka menengah, bisa pilih reksadana pendapatan tetap dan campuran. Tapi kalau mau fokus mencapai tujuan jangka panjang, maka bisa pilih investasi saham, yang tinggi return namun tinggi pula risikonya.

Cari tahu soal profil risikomu

Selain mencocokkan kriteria jenis investasi dengan tujuan finansial, kamu juga harus mencocokkan jenis investasi dengan profil risiko. Profil risiko adalah tingkat risiko yang bisa diterima investor terhadap kemungkinan penurunan nilai investasi. Ada investor dengan profil risiko moderat alias menghindari risiko. Ada tipe moderat yang bisa menerima risiko. Ada pula profil agresif yang memang berani ambil risiko besar untuk keuntungan yang besar pula.

Nah, seperti apa pembagian penanaman modal (diversifikasi) sesuai profil risiko ini? Investor konservatif disarankan portofolionya 90% di pasar uang dan 10% di pendapatan tetap. Untuk investor moderat bisa 70% pasar uang dan 30% pendapatan tetap. Untuk tipe agresif bisa gabungkan keempat reksadana, yaitu 10% pasar uang, 10% pendapatan tetap, 30% campuran, dan 50% saham.

Jangan tergiur keuntungan fantastis

Jangan tergiur keuntungan fantastis

Reksadana memang menawarkan keuntungan yang lebih besar dari tabungan konvensional dan deposito. Akan tetapi, perusahaan investasi dan manajer investasi tidak akan pernah bisa menentukan persentase keuntungan yang tetap. Semua tergantung pada kondisi pasar dan ekonomi. Hal ini bahkan tertera dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 39/POJK.04/2014. Pada poin 37 terbilang bahwa agen penjual efek reksadana dilarang memastikan atau menjanjikan hasil investasi. Jadi, tips investasi reksadana untuk pemula adalah jangan tergiur return fantastis.

Baca prospektus reksadana baik-baik 

Segala hal yang wajib kamu tahu sebagai investor baru ada di dalam prospektus reksadana. Ini semacam manual book atau buku panduan untuk para investor sebelum menanamkan modalnya. Apa saja poin penting dalam prospektus yang harus kamu baca? Di antaranya adalah legalitas, pengelolaan, transaksi, biaya transaksi, kinerja, serta hak dan tanggung jawab investor.  Di sini kamu juga bisa tahu soal profesionalisme manajer investasi serta bank kustodian.

 

Kalau kamu sudah baca tips investasi reksadana di atas dan merasa siap untuk memulai investasi pertama kali, bisa unduh aplikasi Xsaver di Play Store atau App Store. Ini merupakan aplikasi investasi reksadana yang memungkinkan investor melakukan segala hal yang berkaitan dengan investasi, hanya melalui aplikasi. Modal awal investasi di Xsaver? Murah, Cuma Rp50 ribu saja. Sudah terdaftar dan resmi diawasi OJK, lho!