fbpx

4 Tips Investasi bagi Pemula Saat Pasar Modal Sedang Tidak Pasti

4 Tips Investasi bagi Pemula Saat Pasar Modal Sedang Tidak Pasti

4 Tips Investasi bagi Pemula Saat Pasar Modal Sedang Tidak Pasti

Berinvestasi memang harus. Namun, akan berbeda kalau kamu mau memulai investasi di tengah wabah virus, yang membuat pergerakan pasar investasi sangat fluktuatif. Harus lebih berhati-hati dalam memilih, sih, pastinya. Tenang, jangan khawatir, selalu ada jalan kalau mau belajar investasi di saat seperti ini. Kamu simak saja tips investasi bagi pemula di bawah ini!

Tentukan tujuan investasi

Dalam kondisi apa pun, saat kamu mau memulai investasi, menentukan tujuan investasi adalah hal pertama yang harus dilakukan. Ibarat mau pergi, kamu harus tahu dulu, dong, ke mana tujuannya. Sama halnya dengan investasi. Tentukan dulu apa tujuan kamu dengan menanamkan uang pada investasi. Apakah itu untuk pendidikan, tabungan persiapan ibadah, modal menikah, atau dana pensiun nanti?

Agar tidak bingung, kamu bisa bagi tujuan keuanganmu dalam beberapa jangka waktu: pendek, menengah, dan panjang. Misalnya, dalam jangka pendek, mau mempersiapkan tabungan untuk biaya kuliah S2 atau S3. Kemudian, dalam jangka menengah, menyiapkan modal untuk persiapan ibadah dan menikah. Untuk jangka panjang, sebagai tabungan kelak di masa pensiun.

Ketahui profil risiko

Ketahui profil risiko

Kalau sudah ada tujuan, kamu harus cari tahu apa profil risikomu. Dalam investasi, dikenal tiga jenis profil risiko investor; konservatif, moderat, dan agresif. Konservatif adalah profil investor yang kurang bisa menghadapi risiko investasi, moderat yang bisa menoleransi risiko tingkat menengah, dan agresif adalah yang paling bisa menerima risiko investasi. Apa pun tipe profil risikomu, tidak ada yang salah atau lemah. Semuanya digunakan untuk memilih jenis investasi yang tepat.

Pilih investasi yang kinerjanya sedang bagus 

Dalam kondisi wabah seperti sekarang, tips investasi bagi pemula yang paling tepat adalah melihat investasi yang kinerjanya sedang baik. Sebab, adanya wabah corona menyebabkan perekonomian bergejolak dan pasar saham fluktuatif. Ini artinya, kalau kamu tidak mempertimbangkan dengan baik segalanya, bisa-bisa malah gagal investasi di awal.

Melansir dari situs CNN Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun 2020 hingga 27 Februari lalu sudah rontok dan terkoreksi sebesar 10.92%. Kondisi yang kurang baik ini membuat kinerja reksadana saham menurun. Sebab, saham adalah salah satu instrumen investasi yang kinerjanya dipengaruhi oleh IHSG. Saat IHSG turun, maka risiko investasi saham akan muncul. Investor saham diminta waspada dan segera melancarkan strategi untuk menghindari kerugian besar.

Pilih reksadana pasar uang 

Pilih reksadana pasar uang 

Jika saham sedang tidak baik di tengah pasar yang fluktuatif, lalu reksadana apa yang tepat untuk investor pemula? Jawabannya adalah reksadana pasar uang. Reksadana pasar uang menempatkan investasi di instrumen jangka pendek, seperti obligasi, surat berharga, dan deposito. Karena jangka pendek, maka risiko yang muncul relatif lebih kecil dari saham yang memang jangka panjang. Inilah mengapa tips investasi bagi pemula di tengah fluktuasi pasar adalah reksadana pasar uang.

 

Risiko yang minim pada reksadana pasar uang menjadikannya investasi dengan kinerja yang masih stabil di tengah wabah virus corona. Saat saham turun, maka pasar uang cenderung tetap stabil. Oleh karena itu, buat yang masih mau belajar investasi di sektor reksadana, kamu bisa tempatkan dananya di pasar uang.

Kalau mau lebih mudah lagi, kamu bisa pakai aplikasi Xsaver. Dengan hanya satu reksadana dan satu manajer investasi, kinerja reksadana ini cenderung stabil. Nah, semoga tips investasi bagi pemula ini bermanfaat untukmu, ya!