fbpx

4 Pelajaran Keuangan yang Penting di Tengah Wabah Virus Corona

4 Pelajaran Keuangan yang Penting di Tengah Wabah Virus Corona

4 Pelajaran Keuangan yang Penting di Tengah Wabah Virus Corona

Tidak dipungkiri kalau virus corona membuat perekonomian bergejolak dan sangat fluktuatif. Mulai dari pembatasan kerja di luar rumah, banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja, perusahaan yang tidak bisa memberi gaji penuh, hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sampai di bawah 5%. Tentu saja membuat was-was serta cemas, karena bagaimanapun, kita tetap butuh pemasukan untuk bertahan hidup. Biar tidak semakin khawatir, berikut pelajaran keuangan yang bisa kamu terapkan!

Fokus perbanyak tabungan

Situasi sedang sulit, kenapa malah diminta memperbanyak tabungan? 

Memang benar kalau situasi saat ini sedang sulit. Tapi, bukan berarti kamu lupa menabung atau mempersiapkan dana darurat untuk masa yang akan datang. Siapa yang tahu berapa lama virus corona akan menjadi wabah global? Siapa yang tahu pula kalau penghasilan dan pekerjaanmu saat ini tetap stabil di situasi wabah? Tidak ada yang tahu itu semua, dan kamu harus berjaga-jaga karena risikonya sangat tinggi sekarang ini.

Uang di tabungan akan berguna sebagai dana darurat, yang siap digunakan ketika situasi makin berisiko. Tabungan akan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk pula jika ada risiko kamu butuh perawatan di rumah sakit. Berhemat dan tetap menabung adalah pelajaran keuangan penting yang harus kamu terapkan.

Siapkan dana cash untuk situasi darurat 

Siapkan dana cash untuk situasi darurat

Menyambung dari poin sebelumnya, alasan mengapa kamu harus memiliki tabungan adalah sebagai persiapan dana cash yang bisa digunakan di situasi darurat. Tabungan dinilai sebagai wadah dana cash yang tepat, sebab likuiditasnya tinggi. Saat butuh, kamu tinggal ke ATM atau bank untuk menarik dana dari tabungan. Ini tidak seperti deposito yang harus tunggu masa jatuh tempo untuk mencairkan dana. Percayalah, di situasi seperti ini, punya cash di tabungan akan sangat bermanfaat.

Kurangi penggunaan uang fisik

Diminta untuk perbanyak cash, tapi kok tidak boleh pakai uang fisik?

Betul, kamu diminta punya banyak cash, tapi maksud cash di sini adalah dana likuid, yang bisa dicairkan kapan saja. Kalau seperti deposito, kamu tidak bisa kapan saja mencairkan uang di dalamnya, bukan? Tapi kalau di tabungan biasa, atau reksadana pasar uang, kamu bisa kapan saja mencairkan dananya untuk dipakai memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lalu, alih-alih menggunakan uang cash dalam bentuk fisik (baik uang logam maupun kertas), kamu bisa pakai uang digital di e-wallet macam Gopay dan DANA. Setelah dana di tabungan atau reksadana cair, jadikan uang digital dan pakai saat transaksi sehari-hari. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran virus corona yang bisa saja terjadi melalui pertukaran uang fisik.

Pertimbangkan mengambil pinjaman bank 

Pertimbangkan mengambil pinjaman bank 

Pelajaran keuangan yang terakhir dan bisa dicoba ketika situasi sudah tidak memungkinkan adalah pengajuan pinjaman ke bank. Ingat ya, ini dilakukan saat situasi benar-benar sudah mepet dan kamu tidak punya opsi lain. Jadi, kalau ada hal lain yang bisa dicoba, kamu coba opsi itu dulu. Kalau memang sudah tidak ada, coba konsultasi pada petugas bank dan jelaskan kondisi keuanganmu secara jujur. Pertimbangkan pula kapasitasmu dalam membayar kembali saat memilih pinjaman bank.

 

Saat situasi seperti ini, pelajaran keuangan seperti memiliki persiapan cash di instrumen yang likuid sangat bermanfaat dan akan membantu kala kondisi semakin buruk. Selain tabungan, kamu juga bisa tempatkan dana cash di investasi reksadana yang pencairan asetnya bisa kapan saja. Lebih dari itu, reksadana pasar uang juga menawarkan keuntungan yang cenderung lebih besar dari tabungan konvensional maupun deposito. Bisa download dulu aplikasi Xsaver untuk mulai investasi Rp50 ribu saja!