fbpx

4 Langkah Mengatur Keuangan Freelancer Saat Pandemi Virus Corona

4 Langkah Mengatur Keuangan Freelancer Saat Pandemi Virus Corona

4 Langkah Mengatur Keuangan Freelancer Saat Pandemi Virus Corona

Freelancer bukan pekerjaan tanpa risiko. Sama dengan pekerjaan lainnya, freelancer juga akan menemui risiko ketika terjadi kondisi darurat. Contohnya situasi wabah corona yang menyebabkan banyak event dan proyek ditunda hingga dibatalkan. Imbasnya sudah pasti pada penurunan pendapatan. Tenang, jangan panik dulu, Xultan! Kamu bisa lakukan langkah mengatur keuangan freelancer di bawah ini untuk bertahan hidup dalam situasi darurat wabah.

Buat catatan pos pengeluaran

Saat terjadi wabah, penurunan pendapatan adalah hal yang paling mungkin terjadi. Entah karena sumber penghasilan yang mengecil atau penghasilan banyak digunakan untuk biaya kesehatan dan pengobatan.

Oleh karena itu, langkah mengatur keuangan freelancer yang bisa kamu lakukan pertama kali adalah membuat catatan pos pengeluaran. Kamu cari tahu dulu ke mana uangmu terpakai selama ini. Misalnya untuk kebutuhan hidup, membayar tagihan, dan melunasi cicilan. Baru kemudian bisa melakukan penghematan dan perencanaan keuangan saat darurat dengan dana yang tersisa.

Manfaatkan dana darurat 

Manfaatkan dana darurat 

Karena banyak sektor pekerjaan yang terdampak virus corona, sudah pasti pendapatan para freelancer akan menurun. Hal yang sama pun sebenarnya terjadi pada pemilik bisnis, di mana pendapatan mereka ikut berkurang. Namun, ini bukan waktu yang tepat untuk berkeluh kesah. Ini saat yang tepat untuk memutar otak agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sampai kondisi dinyatakan pulih.

Sebagai jalan keluar, kamu bisa gunakan dana darurat yang selama ini sudah dipersiapkan. Karena memang situasinya tidak terduga, maka sah-sah saja kamu pakai dana darurat. Tapi, ingat, gunakan dana darurat secara hemat. Pakai untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, membayar tagihan, dan hal krusial lainnya. Jangan dipakai untuk hiburan atau lifestyle, ya!

Cari penghasilan tambahan

Pembatalan event dan project memang menurunkan penghasilan, tapi bukan berarti kamu tidak bisa menambah penghasilan. Selain dengan berhemat dan menggunakan dana darurat, langkah mengatur keuangan freelancer di saat wabah corona adalah dengan menambah penghasilan.

Coba cari barang atau aset punya kamu yang sekiranya bisa dijadikan sumber penghasilan tambahan. Misalnya, kamu yang punya aset banguna bisa menyewakannya. Bagi yang punya kemampuan masak, kamu bisa buka usaha makanan delivery. Sedangkan yang punya barang tersier tidak terpakai, bisa dijual sebagai tambahan dana sehari-hari.

Saat yang tepat untuk investasi 

Saat yang tepat untuk investasi 

Satu hal positif yang terjadi saat terjadi wabah adalah kamu bisa beli investasi, seperti saham, dengan harga yang lebih murah. Adanya virus corona memang membuat Indeks Harga Saham (IHSG) anjlok. Banyak saham turun harga dan banyak investor mencairkan aset. Tapi, di satu sisi ini membawa keuntungan karena kamu bisa beli di harga murah untuk investasi yang prospek ke depannya cerah.

Salah satu investasi yang direkomendasikan sebagai langkah mengatur keuangan freelancer di saat wabah adalah reksadana pasar uang. Reksadana pasar uang menempatkan aset pada instrumen jangka pendek minim risiko, seperti deposito dan surat utang. Itulah kenapa kinerja instrumen ini relatif stabil, bahkan jika IHSG turun. Terlebih, memulai investasi reksadana pun sangat mudah, tinggal download aplikasi Xsaver secara gratis di App Store atau Google PlayStore. Kamu bahkan bisa investasi mulai dari Rp50 ribu saja.

 

Sekarang kamu sudah tahu, kan, bagaimana langkah mengatur keuangan freelancer di saat ada wabah virus corona? Evaluasi dulu pengeluaran tiap bulan, dahulukan kebutuhan penting, berhemat, mencari pendapatan tambahan, dan investasi reksadana. Dengan begitu, kamu bakal bisa lebih tenang mengatur finansial di kondisi darurat.